Seseorang selalu ingin didengar dan punya tempat untuk bercerita. Sedang aku memilih berteman dengan sepi. Di satu ruang aku mampu menumpahkan segala lara yg tak mampu kuutarakan lewat kata. Tak apa, karna ini tentang dia yg membuatku jatuh cinta. Kadang kecewa, kadang juga bahagia. Meski dia sering kali menciptakan mendung dan airmata di langitku. Tapi, aku percaya bukankah akan ada pelangi setelahnya?

Minggu, 11 Maret 2018

Orang Ketiga

Maret 11, 2018 Posted by Debby Nuramiruddin No comments

Orang Ketiga


Awalnya hidupku seperti layakmya orang normal biasanya. Namun, seperti waktu yang tak bisa berhenti sejenak, hidupku seketika berubah drastis.
Aku tiba-tiba menjadi gadis yang jahat. Jika aku melepas topengku, semua mata akan tahu diriku yang sebenarnya.
Dari luar, aku terlihat seperti ibu peri ataupun malaikat baik hati. Namun, kau tak akan tahu aku tak sebaik yang kau pikirkan.
Tentu, kau akan bertanya-tanya mengapa aku sebenarnya?
Kenapa aku menyebut diriku “gadis yang jahat”? apa yang membuatku berbeda dari gadis lainnya?
Kau pasti tak akan percaya, aku jatuh cinta pada seseorang yang tak seharusnya ku cintai. Tak seharusnya aku memiliki perasaan aneh terhadapnya dan tak semestinya aku memimpikan memilikinya seutuhnya.
Apakah menurutmu, cintaku bertepuk sebelah tangan?
Kau salah. Ia juga memiliki perasaan yang sama seperti halnya diriku. Namun, perasaan ini tak pada tempatnya.
Itulah mengapa aku menyebut diriku jahat.
Kau masih bingung? Aku akan mengungkapkan jati diriku yang sebenarnya.
Aku adalah seorang gadis lajang yang mencintai seorang pria yang telah berkeluarga. Pria itu sudah memiliki keluarga bahagia sebelum aku hadir ditengah kehidupannya.
Dulu, ia sangat menyayangi istri dan buah hati kecilnya. Namun, suatu hari ia tergoda oleh pesonaku dan jatuh kedalam pelukanku.
Apakah ia pria kaya? Kebetulan memang begitu adanya. Lalu, kau pikir karena ia pria kaya, lalu aku jatuh hati dan mengambil hartanya?
Itukah yang kau pikirkan tentang perempuan seperti diriku? Kau salah besar.
Apakah kalau ku katakan karena “cinta” tak masuk akal olehmu? Apakah perempuan biasa sepertiku tak bisa mengenal dan merasakan cinta?
Walaupun ku tahu cinta yang kurasakan saat ini adalah salah. Apakah perempuan sepertiku tak pantas untuk dicintai atau bahkan aku bisa mendapatkan sosok pria yang pantas untukku cintai, yang tak lain bukan suami orang?
Bayangkan bagaimana jika aku diposisi seorang  istri yang dilukai perasaannya oleh suaminya sendiri karena wanita lain?
Begitukah yang kau pikirkan tentangku? Lantas karena seorang istri, aku tak pantas merebut kebahagiaannya dan seharusnya aku pergi ke neraka karena perbuatanku.
Apakah perempuan seperti diriku harus kau hakimi? Aku bahkan tak pernah mengganggu kehidupanmu. Lalu, kenapa kau mencampuri dan mengusik kehidupanku?
Aku mencintai pria itu. Begitu pula dirinya. Bahkan, ia mengatakan ia sanggup meninggalkan kehidupannya demi diriku. Sungguh, aku tak percaya.
Lalu, saat pria yang sangat kucintai berani mengorbankan segalanya, aku malah meninggalkannya?
Niatan seperti itu pun tak pernah terlintas dipikirkanku. Kalau kau pikir, aku telah memberikan segalanya padanya bahkan kehormatanku, itu salah.
Aku mencintainya bukan karena materi, ia pun begitu. Ia mencintaiku bukan karena paras ataupun tubuhku..
Aku bahagia saat tangannya menggengam erat tanganku, saat jemarinya membelai rambutku hingga mencubit pipiku. Aku bahagia saat ia membisikkan “aku mencintaimu”
Aku bahagia saat ia memelukku erat, mencium kening, pipi hingga bibirku.
Namun, yang membuatku paling bahagia adalah ia berada disisiku walaupun aku tau waktunya terbagi dua. Tak hanya kepadaku namun untuk keluarga kecilnya.
Aku tak pernah memintanya untuk meninggalkan keluarga kecilnya hanya untuk perempuan seperti diriku. Namun, ia rela meninggalkan itu semua untuk diriku.
Bukankah itu sangat membingungkan? Disatu sisi, aku tak ingin disebut orang ketiga maupun perebut suami orang. Namun, disisi lainnya, aku mencintai pria itu, Tuhan.
Sedangkan, apakah aku bisa bersatu dengannya namun, disisi lain aku membuat orang lain menangis dan menderita karena kebahagiaanku?
Aku sungguh masih memikirkan hal itu. Kalau, aku mengabaikan hal itu sudah sejak dulu aku meminta pria itu meninggalkan kehidupan lamanya dan membangun kehidupan baru bersamaku.
Namun, pikiran jahat itu tak kuturuti sampai hari ini. Karena untuk saat ini, aku hanya membutuhkan dia disisiku, tak ada yang lain.
Pria ini sungguh membuatku jatuh cinta. Ia pekerja keras dan sangat penyayang.
Yang istimewa, ketika pertama kali menatap matanya, jantungku berdebar kencang dan timbul perasaan aneh seperti tiba-tiba aku memikirkannya tanpa sebab.
Awalnya kedekatan kami hanya sebagai partner kerja, ia adalah atasanku dan aku adalah bawahannya. Namun, waktu yang lebih banyak kuhabiskan dikantor, membuatku terjebak menghabiskan malamku bersamanya.
Mungkin, karena kebiasaan seperti itu timbul benih-benih cinta.
Itu adalah hal diluar kendaliku dan tanpa sengaja. Aku tak kuasa menahannya sampai memberanikan diri mengungkapkan isi hatiku dengan kenyakinan ia akan menolak perasaanku.
Seperti tersambar petir, ia malah memelukku dan membalas perasaanku. Sungguh diluar dugaanku, bukan?
Sepanjang apapun aku menjelaskan, tetap dimatamu aku adalah tersangka, aku yang salah telah merusak rumah tangga orang.
Ia pernah mengatakan, cinta itu kenyamanan, percaya dan dukungan. Kalau menurutmu tidak, aku tidak peduli.
Aku akan melanjutkan kisahku bersamanya di cerita selanjutnya.

Selamat menantikan..

0 komentar:

Posting Komentar