Jodoh
Apakah kau percaya
akan jodoh pasti bertemu? Apakah kau percaya bahwa pasanganmu saat ini adalah
yang menjadi takdirmu?
Lalu, mengapa
sebagian orang masih meragu ketika hubungan itu telah terjalin lama? Sedangkan
bagi mereka yang mempunyai hubungan yang hanya sekejap, dengan penuh keyakinan
menuju pelaminan?
Kita tahu, dalam
islam tak kenal akan istilah “pacaran”. Kita percaya, seorang laki-laki bila
memang ditakdirkan untuk kita seorang, ia tak akan segan menemuimu bersama
kedua orang tuanya, memintamu untuk melangkah ke jenjang pernikahan, melengkapi
hidupnya hingga waktu berhenti.
Jika mengarah pada
hukum islam, lelaki itu segera menghalalkanmu, tak membiarkanmu menanggung
sebuah dosa/zina yang mungkin akan dilakukan saat berpacaran.
Allah sangat tak
menyukai kepada hambanya yang lupa akan diriNya. Lupa akan menyebut namaNya
dalam doa dan mengingatNya karena pikiran kita sibuk dengan lelaki yang secara
tak sadar sangat didambakan.
Perhatian kita lebih
tertuju padanya, hingga melupakan Allah.
Bukannya melupakan
Sang Pengasih dan Penyanyang, aku hanyalah manusia biasa yang tak sempurna dan
luput dari dosa.
Ketika Tuhan
memberikan rasa “cinta” itu didalam diri ini, seketika pula cinta membuatku
buta. aku tidak melanggar norma-norma agama yang diajarkan, aku hanyalah
menjadi pengagum dari seorang laki-laki yang diam-diam membuat dada ini sesak
dan berdebar-debar ketika berada didekatnya.
Awalnya aku ragu ini
hanyalah perasaan biasa, sewaktu-waktu akan hilang. Namun, semakin aku
memikirkannya tanpa sebab, semakin aku percaya ini bukanlah perasaan biasa.
“cinta” sebuah perasaan
yang bila kau tak pandai mengendalikannya, ia akan membuatmu melayang dan
terjatuh.
Bila ku jatuh cinta
bukan berarti aku melupakan siapa Tuhanku, bukan berarti aku tak menjalankan
perintahNya dan menjauhi laranganNya.
Aku percaya suatu
hari Ia akan mempertemukanku dengan seseorang yang menjadi jodohku nanti.
Setiap malam, dalam
sujudku selalu kusebut nama lelaki itu, meminta kepadaNya untuk berjodoh
dengannya atau memberikanku satu lelaki yang seperti dia untuk menjadi imamku
kelak, menjadikan yang tak mungkin menjadi mungkin.
Seperti dalam Quran
Surat Yasin ayat 36 yang artinya “Maha suci Allah yang menciptakan
pasangan—pasangan semua, baik apa yang ditumbuhkan oleh bumi serta dari mereka
maupun dari apa tidak mereka ketahui. (QS Yasin ayat 36)
Aku percaya ayat
diatas. Allah lebih mengetahui dari apa yang tidak kita ketahui dan Allah telah
merencanakan yang terbaik untuk setiap hambanya.
Allah tak
membeda-bedakan setiap hambanya. Jika doamu belum dijabah olehNya, mungkin Ia
mempunyai rencana yang lebih baik dari itu. Kita sebagai manusia hanya bisa
berserah diri kepadaNya.
Berpegang dengan
surat itu, aku percaya akan jodoh. Kita hanya perlu bersabar dan selalu
bertawakkal kepadaNya. Karena sudah jelas dari QS Yasin ayat 36, bahwa manusia
diciptakan berpasang-pasangan, kita hanya perlu bersabar menunggu waktu yang
baik ketika Allah sudah menentukan.
0 komentar:
Posting Komentar