Seseorang selalu ingin didengar dan punya tempat untuk bercerita. Sedang aku memilih berteman dengan sepi. Di satu ruang aku mampu menumpahkan segala lara yg tak mampu kuutarakan lewat kata. Tak apa, karna ini tentang dia yg membuatku jatuh cinta. Kadang kecewa, kadang juga bahagia. Meski dia sering kali menciptakan mendung dan airmata di langitku. Tapi, aku percaya bukankah akan ada pelangi setelahnya?

Jumat, 04 September 2020

Pasangan Hidup

September 04, 2020 Posted by Debby Nuramiruddin No comments

 Pasangan Hidup

 

Hari ini, aku mengingat kembali kisah tentang kita.

Perkenalan hingga penantian yang tersita karena dirimu.

Sejak saat itu, hati ini sangat mendambakanmu.

Aku bahkan menggantungkan harapan-harapan kecil yang tak henti kuminta di setiap malam, berujung di amin yang sama.

Tuhan Maha baik ya.

SkenarioNya memang tak disangka-sangka.

Kebersamaan yang telah lama terjalin, melangkah ke jenjang yang lebih serius.

Sungguh, aku masih belum percaya.

Esok, kau dan aku mengikat janji suci.

Bagaimana perasaanku?

Gugup, deg-degan dan rasa yang lain bercampur aduk.

Bahagia tentunya, aku yang menjadi pelabuhan terakhir hatimu.

Kau, menjadi pasangan hidupku.

Setelah hari esok, aku akan memillikimu seutuhnya. Menghabiskan waktu bersamamu tanpa terhitung lamanya.

Inginku, hingga kita menua bersama.

Sepasang Sepatu

September 04, 2020 Posted by Debby Nuramiruddin No comments

 Sepasang Sepatu


 

Aneh rasanya,

Mengingat kembali kisah tentang kita.

Kau yang dulu membuatku bertanya-tanya.

Kau yang hadir memberi warna baru ketika kau pernah terluka dan takut mengenal cinta.

Tapi, kau seolah membawaku terbang jauh ke angkasa.

Tanpa takut jatuh karena kita bersama.

Skenario Tuhan memang tak ada yang bisa menduga.

Sampai pada akhirnya, kau memintaku menjadi satu-satunya wanita,

Menemanimu dalam suka dan suka,

Menghabiskan waktu bersama tanpa terhitung lamanya.

Jawabanku sederhana.

Seperti sepasang sepatu, aku ingin berjalan beriringan denganmu.

Kala panas, terik, bahkan hujan sekalipun.

Berpegang tangan, tak berniat meninggalkan atau menjadi yang ditinggalkan.

Sebab percaya, kan dan aku ditakdirkan menjadi sepasang.