Seperti bintang yang sulit kujangkau
Langit malam sungguh indah, ditemani gemerlap bintang-bintang dan
sinar rembulan.
Aku tengah duduk di teras, menatap bintang-bintang dan setengah
mengkhayal hal-hal di luar jangkauan.
Malam ini bintang-bintang bersinar dengan terang. Bintang yang
terlalu jauh dari jangkauan tangan ini, membuatku hanya bisa memandang
kelap-kelip indahnya.
Sama seperti bintang, kau adalah hal yang sulit kujangkau. Ibarat
seperti bintang, kau adalah bintang yang paling terang, menuntunku dikala
tersesat.
Namun, kau terlalu sibuk dengan duniamu, tak sedikit saja melirik
ke arahku.
Bisakah melihatku sebentar saja?
Tapi, bagiku itu tak masalah. Mengkhayal tentangmu sudah menjadi
bagian dari rutinitasku yang tak pernah terlewatkan.
Seperti hari ini, aku bisa berjam-jam di teras, hanya duduk
memandang bintang dan memikirkanmu yang menyihirku dengan pesona yang kau
miliki.
Duduk menyendiri terkadang bisa membuat pikiran menjadi tenang,
menikmati alam sejenak tanpa memikirkan yang menjadi masalahmu.
Bintang di malam ini enggan membuatku beranjak, membuatku bertanya
tentang banyak hal. Berharap bintang-bintang di atas langit mempunyai
jawabannya.
“Jika aku bisa meraih satu bintang saja, apa aku juga bisa
menjangkaunya?”
“Jika tau itu adalah hal yang sulit, mengapa tak menyerah saja?”
Kenyataannya bintang juga tak mampu menjawabku. Hanya aku seorang
diri yang tau bagaimana menyakitkan memendam perasaan tanpa memberitahu
perasaanmu pada orang itu.
Bukan tak mau, hanya saja sudah tau akhirnya. Seperti juga bintang
yang sulit kujangkau, seperti juga kamu yang sulit kuraih.