Seseorang selalu ingin didengar dan punya tempat untuk bercerita. Sedang aku memilih berteman dengan sepi. Di satu ruang aku mampu menumpahkan segala lara yg tak mampu kuutarakan lewat kata. Tak apa, karna ini tentang dia yg membuatku jatuh cinta. Kadang kecewa, kadang juga bahagia. Meski dia sering kali menciptakan mendung dan airmata di langitku. Tapi, aku percaya bukankah akan ada pelangi setelahnya?

Minggu, 27 Mei 2018

Serakah

Mei 27, 2018 Posted by Debby Nuramiruddin No comments

Serakah


Sungguh tak kerasa, setahun telah kita bersama. Asam manisnya hubungan telah mewarnai sampai sejauh ini. Namun, tak berkurang sedikit pun rasa yang terpendam di hatiku.
Setiap saat, setiap waktu, ingin ku lewatkan hanya bersama dirimu.
Tak pernah ada kata jenuh.
Kehadiranmu sudah menjadi pelengkap di hidupku. Seolah, aku tak membutuhkan orang lain untuk membuat hariku terasa bahagia.
Selama kau masih berada di duniaku, bahagia itu terasa menjadi sederhana.
Waktu terasa begitu cepat saat aku tenggelam di pelukanmu. Rasanya ingin ku hentikan saja.
Sejujurnya perasaan ini membuatku serakah untuk memilikimu seutuhnya. Sungguh tak boleh orang lain merebut perhatianmu dariku.
Apakah sifat manusia memang ditakdirkan begitu? Manusia tak akan pernah puas walaupun satu persatu keinginannya terwujud.
Rasa serakah di dalam diri ini membuatku berpikir, hanya aku yang boleh menggengam tanganmu seorang..
Hanya aku yang boleh melihatmu tersenyum.
Hanya aku seorang yang boleh memeluk tubuhmu yang terasa begitu hangat. Pelukanmu adalah tempat yang menjadi sandaran favoritku.
Hanya aku, yang boleh mencium pipi, kening hingga bibirmu.
Seluruhnya adalah milikku.
Tolong, jangan menyalahkan rasa serakah ini. Jangan merasa rasa serakah ini membuatmu tak nyaman.
Aku hanya ingin kau jadikan itu adalah alasanmu untuk tetap menyayangiku selamanya.
Karena, bersama denganmu selamanya adalah impianku.
Bisa membayangkan bersanding dan memilikimu seutuhnya dalam ikatan pernikahan.
Tak akan ada yang berubah walaupun waktu bergerak cepat.
Kebiasaan itu tak akan hilang ketika status telah berubah.
Semakin sering perlu dilakukan bersama.
Makan, jalan-jalan, berbelanja, memasak, menonton bioskop.
Bercanda, tertawa berdua denganmu
Saling menggelitik ataupun sekedar menonton film kesukaan di tengah malam.
Bahkan bercerita sampai lupa waktu.
Atau kita saling terjaga dalam pelukan hingga pagi datang.
Semua itu terasa seperti bunga tidur ketika aku memimpikan hidup berdua denganmu.
Tak hanya ingin sekedar bunga tidur saja, aku berharap mimpiku menjadi nyata.
Seperti kutipan dari @sekedar.rahasia yang kutemukan hari ini, menjadi permintaan sekaligus doaku.
“Awalnya kita beriringan, kemudian saling berbagi bahu dan lengan bersama,
saling meringakan beban, Semoga kita sampai ke tujuan yang selama ini kita inginkan”

Sabtu, 12 Mei 2018

Sang Penggoda

Mei 12, 2018 Posted by Debby Nuramiruddin No comments

Sang Penggoda


Dulu, semua terasa baik-baik saja.
Namun, sekarang semua terasa tidak baik-baik saja. Sekarang, semua tak lagi sama, semua berubah.
Mimpi indah kini berubah menjadi mimpi buruk.
Menyakitkan bila tiba-tiba saja teringat hal yang rasanya ingin kau lupakan.
Waktu tidur pun mata sulit dipejamkan. Kembali terngiang wajah-wajah bahagia yang berdiri diatas penderitaan.
Apa yang menjadi milikku, telah dirampas paksa tanpa meminta izin dariku.
Istana yang telah kubangun, kau biarkan hancur begitu saja.
Airmata, kecewa bahkan amarah, tak kau hiraukan. Kau telah menganggap semua tak berarti lagi bagimu.
Aku bukan lagi tempat untuk kau pulang dan tempat kau bersandar.
Semua lagi bukan tanpa alasan, karena kau lebih memilih bersamanya.
Ketika sang penggoda itu datang, kau biarkan dia merusak istana kita berdua.
Kau biarkan sang penggoda itu merebutmu dariku.
Disini, aku yang paling terluka dan kau mengabaikan rasa sakit ini.
Aku pernah menjadi yang tersayang dan paling kau cinta.
Mungkinkah kau melupakannya? Mungkinkah kau lupa bahwa aku yang menjadi ratu dihatimu?
Lupakah kau janji setia yang telah kita ikrarkan bersama? Janji sehidup semati ketika pernikahan?
Mengapa kau tega mengkhianati janji suci itu?
Mengapa kau tega menyakiti tanpa memikirkan perasaan?
Mengapa sekarang kau menjadi manusia tanpa berperasaan?
Mengapa kau melupakan susah senang yang telah kita habiskan bersama?
Tak terhitung, telah berapa banyak kau membuatku menangis, airmata ini terus menetes ketika teringat kau bermesraan dengannya.
Tak terhitung, sudah berapa banyak pengorbanan yang kulakukan untuk memperbaiki suasana yang telah berbeda sejak waktumu terganggu olehnya.
Tak terhitung, telah berapa banyak hatiku mengatakan menyerah dan memilih untuk berpisah tanpa berusaha lagi untuk memperjuangkan dan bertahan.
Kini, kubiarkan wanita itu mengambil dan memiliki dirimu. Kubiarkan sang penggoda itu menempati posisiku dihatimu.
Kini, aku rela dan sudah merelakan kau pergi dan memilih bersamanya.
Aku pasrah dengan perpisahan, jalan yang kita pilih bersama. Mungkin, jalan itu yang ditakdirkan dan ditentukan Tuhan.

Kamis, 10 Mei 2018

Menggapaimu

Mei 10, 2018 Posted by Debby Nuramiruddin No comments

Menggapaimu


Jika menggapaimu semudah yang kubayangkan, sudah kulakukan sejak dulu.
Aku lupa, kau hanyalah sekedar mimpi terbesarku dan aku hanya sebuah bayangan bagimu.
Aku hanyalah bagian dari mimpi-mimpi panjangmu yang tak untuk jadi nyata.
Jika hanya mampu menjadi sebuah bayangan, mengapa rasanya sesakit ini?
Terasa sesak ketika semakin besar hasrat ingin menyentuhmu, hasrat ingin memilikimu seutuhnya.
Walaupun aku melupakan satu hal, bahwa menggapaimu tak semudah merangkai kata tentangmu.
Menggapaimu tak semudah menjatuhkan hati, hanya membuat dada terasa sesak hingga airmata jatuh menetes dipipi.
Bahkan menggapaimu tak semudah menyebut nama dan mengingat wajahmu, memikirkanmu tanpa sebab.
Menggapaimu ternyata sesulit aku memendam rasa dan menahan rindu yang menggebu-gebu.
Lalu, mengapa begitu besar rasa ingin memiliki dirimu?
Mampu menggapaimu hanya sekedar mimpi indah kala kutertidur lelap. Ketika kubangun, berharap kau hadir dan tersenyum kearahku.
Namun, khayalan itu rupanya mesti kubuang-buang jauh, tak perlu kubiarkan membuatku terperosok kedalam mimpi yang terlalu dalam.
Aku memang terlalu bodoh, mengharapkan dirimu untuk sekedar melirikku saja.   
Bisakah sejenak saja melihatku disini?
Ada aku yang menjadi pengagum rahasiamu, menyukai setiap gerak-gerikmu.
Harus kuakui, kehadiranmu ternyata memberikan warna-warna cerah dihidupku dan aku bersyukur akan hal itu.
Walau menggapaimu membutuhkan usaha yang cukup keras, tak mengapa asalkan masih bisa melihatmu dan merasakan bau harum tubuhmu.

Selasa, 01 Mei 2018

Menunggu Kamu

Mei 01, 2018 Posted by Debby Nuramiruddin No comments

Menunggu Kamu



Ini bukan tentang sebuah kebahagiaan.  
Ini tentang sebuah harapan.
Ini tentang sebuah penantian.
Tentang bagaimana rasanya menunggu, menggantungkan sebuah harapan pada sang waktu.
Sang waktu pun enggan mendengar suara hatimu. 
Seakan menutup telinga, kau hanya sendiri, berdiri seorang diri.
Apakah aku kesepian?
Itulah yang kurasakan kala pandanganku menatap ke depan. Aku tau bahwa sebenarnya aku tak pernah beranjak, seolah masih diam di tempat.
Akhirnya waktu menampar wajahku, menyadarkan bahwa sebenarnya aku tak pernah berubah, masih sama seperti yang dulu.
Bukan tanpa alasan, dialah yang menjadi alasanku.
Masih kuingat, tatapan sendu dari matanya dan senyuman yang terukir di wajahnya.
Kini, ada sebongkah kata rindu yang ingin terucap. Ada sebuah harapan yang tersembunyi dari kata rindu. Rindu yang kusimpan seorang diri tanpa bisa kuungkapkan.
Aku hanya tak berani mengatakannya. Hanya saja rasa takut ini lebih besar daripada rasa rindu yang diam-diam kusimpan tanpa ia tau.
Selamanya, tak akan pernah tau. Hingga tanpa jawaban, aku menunggunya tanpa sebab.
Tanpa sebab, aku bahkan membiarkan diriku diselimuti oleh sebuah penantian. Berawal hanya sebuah harapan, kini berujung dengan sebuah penantian.
Seperti orang bodoh, aku hanya menggantungkan sebuah harapan pada sang waktu.
Harapan bahwa kelak aku dapat berjumpa dengannya yang menyita separuh waktuku dengan mengenang hari-hari pernah bersamanya.
Harapan bahwa suatu saat akan terkabul dan mengakhiri dari penantian selama ini.
Rindu ini terasa berat jika hanya kau seorang diri yang merasakan.
Bahkan untuk sekarang, dunia terasa telah menghilang tanpa ada dia dihidupku.
Dengarkan aku! Aku menunggu kamu disini!