Hal Ajaib
Pernah mengalami hal
ajaib di hidupmu?
Pernah merasakan
seperti “kau yang paling beruntung”?
Pernah merasakan
“kalau dipikir-dipikir aneh rasanya”
Pernah berpikir
“apakah itu hanya kebetulan atau memang rencana dari Tuhan?”
Sepertilah itu diriku
setahun yang lalu, bahkan sampai hari ini.
Kupikir, Tuhan
mempunyai caranya sendiri menuliskan skenario untuk hidupku. Sebuah skenario
ajaib mempertemukanku denganmu.
Hingga bisa bersamamu
sampai detik ini, kuanggap itu adalah sebuah keberuntungan. Aku tak pernah
bermimpi, menemukan sosok sepertimu untuk melengkapi kekosongan di hari-hariku.
Kau dengan segala
kekuranganmu, membuatku sampai hari ini takut akan kehilangan dirimu.
Sungguh, sungguh dan
sungguh aku tak mau seseorang seperti dirimu pergi dan tak mewarnai hidupku
lagi. Aku tak berharap pikiran buruk itu terjadi, karena aku sangat bahagia
memilikimu untuk sekarang ini.
Kalau flasback, cara
Tuhan mempertemukan kita adalah hal ajaib yang pernah terjadi di hidupku dan
tak pernah terduga olehku sebelumnya.
Tuhan memang
mempunyai caranya yang sendiri untuk memberikan apa yang kita butuhkan. Karena
ia memberikan apa yang kita butuhkan, bukan apa yang kita inginkan.
Kau sependapat
denganku?
Ia bukan lelaki
sempurna, namun aku membutuhkan seorang laki-laki yang bisa menerima
kekanak-kanakkan dan sifat aneh yang kumiliki.
Bersamanya, aku tak
takut menjadi pemimpi.
Bersamanya, aku tak
takut menjadi diriku yang sebenarnya.
Bersamanya, aku tak
takut menjadi bodoh.
Sampai hari ini dan
seterusnya, aku selalu ingin berbagi duniaku dengannya.
Ketika kau telah
menemukan seseorang yang tepat di hatimu, apakah dengan rela kau menerima bahwa
waktumu bersamanya hanya sampai disini?
Ketika kau telah
menemukan seseorang yang menjadi impianmu, apakah kau menyerah dan membiarkan
dia pergi?
Kalau aku, selama dia
selalu setia denganku, selalu akan ada kesempatan kedua, ketiga, dan
beribu-ribu kesempatan untuknya.
Ia adalah hal ajaib
yang dititipkan Tuhan, hanya untukku. Maka, akan kujaga dan kupegang erat-erat
tangannya. Tak akan pernah kulepaskan, selama Tuhan menginginkan dan
menakdirkan kami untuk terus bersama.
“hey, kau! Jangan
pernah jenuh disampingku”
“jangan pernah coba
pergi diam-diam”
“jangan pernah jenuh
mencintai dan menyayangiku”
“jangan pernah jenuh
mendengarkan ceritaku, mendengarkan kebawelanku”
“jangan pernah jenuh
memarahiku kala aku membuat salah”
“jangan pernah jenuh
memperhatikanku walau dengan caramu yang berbeda”
“jangan pernah lelah
membuatku tertawa”
“jangan pernah jenuh
menjadi tempatku bersandar”
“pelukanmu menjadi
tempat terhangat bagiku”
“jangan pernah
membuatku kecewa”
“jangan membuat
seorang wanita terlalu lama menunggu, tanpa memberikannya sebuah kepastian”
Aku hanya ingin di
hari ini, esok dan kedepannya akan ada sosok dirimu yang menemaniku, bukan
hanya karena alasan rasa yang ingin selalu bersama, melainkan karena izin Tuhan
menakdirkan kita bersama selamanya.
0 komentar:
Posting Komentar