Seseorang selalu ingin didengar dan punya tempat untuk bercerita. Sedang aku memilih berteman dengan sepi. Di satu ruang aku mampu menumpahkan segala lara yg tak mampu kuutarakan lewat kata. Tak apa, karna ini tentang dia yg membuatku jatuh cinta. Kadang kecewa, kadang juga bahagia. Meski dia sering kali menciptakan mendung dan airmata di langitku. Tapi, aku percaya bukankah akan ada pelangi setelahnya?

Rabu, 22 Maret 2017

Memilih mencintai dalam diam atau pergi mengatakannya?

Maret 22, 2017 Posted by Debby Nuramiruddin 2 comments
Memilih mencintai dalam diam atau pergi mengatakannya?



Pernahkah jatuh cinta? Setiap manusia pasti merasakannya.
Lalu seperti apa jatuh cinta diam-diam? Bagaimana rasanya? Bagaimana bisa seseorang mencintai dalam diam tanpa berani mengatakannya? Apakah tak punya nyali yang kuat? Atau memang itu adalah pilihan, menyembunyikan lebih baik daripada mengatakannya?
Bukankah itu hal yang lebih menyiksa daripada patah hati?
Tulisan ini kutujukan untuk seseorang yang lebih memilih mencintai dalam diam, memilih diam tanpa peduli rasa sakit yang sebenarnya ia rasakan, menyembunyikan rasa yang rasakan untuk seseorang yang istimewa ketika mulut tak mampu mengungkapkan.
Bukankah hal itu berat? Aku salut kepada mereka yang lebih memilih mencintai dalam diam.
Apa yang bisa mereka lakukan?
Tak banyak.
Memikirkan tentang dia dan mengkhayal tentang bayangannya.
Mungkin akan terlihat seperti ini isi pikiran dan khayalan mereka tentang si dia.


Bagaimana mungkin aku bisa jatuh cinta padamu?
Bagaimana bisa rasa sakit itu sesakit ini?
Aku tak pernah menginginkan seseorang sampai seperti ini.
Aku tak pernah menyalahkannya atas perasaan yang kurasakan dan bukan salah siapapun atas sesuatu yang tiba-tiba mengganjal dihatiku.
Bisakah aku untuk sebentar saja menyentuhmu dengan tanganku?
Bisakah aku menggapaimu jika aku mengatakan aku mencintaimu ratusan kali?
Bisakah kau mendengar debaran jantungku tiap kali kau lewat didepan mataku?
Bisakah kau tau isi hatiku jika aku menangis dan memohon padamu?
Atau jika itu tak mungkin, apakah aku harus membenci namamu ratusan kali?
Apakah itu mampu menghilangkan rasa yang telah mendalam, sementara pikiran ini masih saja tertuju padamu.
Apakah aku harus menghitung berapa banyak rasa sakit yang kumiliki dengan mencintaimu dalam diam?
Cintaku padamu terlalu dalam. Karena kau bukan seseorang yang dapat kumiliki.
Kau sendiri tak akan pernah tau apa yang kurasakan. Bahkan kau tak akan pernah merasakan hal yang sama denganku.
Ini karena aku terlalu menyukaimu. Hanya aku saja yang jatuh cinta pada semua yang ada didirimu.
Bahkan jika aku terluka puluhan kali, tak apa jika aku masih bisa tersenyum sekali.
Jika aku terluka puluhan kali, tak masalah asalkan aku bisa melihat senyumanmu.
Meskipun kau terlihat tak mempunyai rasa, tak apa-apa bagiku.
Melihat matamu yang sendu saja membuatku lupa tentang kau tak akan pernah tau apa yang ku rasakan.
Cukup berada didekatmu adalah kebahagiaanku. Bisa bersamamu adalah angan terbesarku.
Meskipun aku harus menunggumu lama, bukan masalah selama aku bisa melihatmu setiap saat.
Satu hari, satu bulan, bahkan satu tahun.
Meskipun juga kau tak akan pernah datang, aku tak akan semudah itu berpaling darimu.
Hingga aku terbuai dalam sebuah penantian, yaitu menunggumu.
Kapan aku bisa melihatmu dengan nyaman tanpa harus merasa gelisah ketika berbalik melihatku?
Kapan aku bisa menyingkirkan perasaan ini jauh-jauh?
Aku ingin tahu semua tentangmu.
Sejak kapan kau telah menempati ruang dihatiku tanpa aku sadari?
Aku ingin menyimpan namamu dan memilikimu untukku seorang. Tak boleh ada yang lain.
Bukankah aku egois? Aku tak peduli.
Karena bagiku, hanya kamu seorang. Jika bukan kamu, aku tak mau.
Menyendiri lebih baik ketika aku tak mampu berbagi kepada siapapun tentang dirimu.
Ditempat aku biasa menunggumu, berkhayal banyak tentang dirimu.


Itulah mengapa ku katakan mencintai seseorang dalam diam jauh lebih menyakitkan daripada patah hati. Dijelaskan pun kita tak akan mengerti bagaimana seseorang memilih diam untuk cintanya daripada mengungkapkannya.
Setiap orang mempunyai caranya masing-masing dalam jatuh cinta. Bila hal itu terjadi padaku, mungkin aku akan sama seperti itu. tapi resikonya, kau tak akan pernah tau jawabannya, apakah ia juga mencintaimu atau tidak. walaupun kau sebenarnya ingin tau, namun tak berani kau katakan.
Resiko yang lain, kau akan melihatnya dengan seseorang yang menjadi pilihannya, dan itu bukan kau.
Menunggu yang kau lakukan itu hanya akan menjadi sia-sia.  
Untuk apa kau ragu? Kau takut bila ia akan menjauhimu, bila ia akan menghindarimu setelah kau berani mengatakan cinta padanya?
Bagaimana kalau ia juga merasakan hal yang sama? Kau hanya terlambat mengungkapkannya sehingga ia telah bersama dengan orang lain.
Tidakkah kau akan menjadi manusia yang paling bodoh saat itu?
Kalau saja kau mempunyai nyali yang kuat untuk mengatakan “aku menyukaimu”, “aku jatuh cinta padamu”, mungkin seseorang yang kini bersamanya adalah dirimu.
Tidak pernahkah kau berpikir hal itu? singkirkan rasa takutmu dan ungkapkan kepadanya.
Ketika waktu telah pergi dan berlalu, kau akan menyesal karena tak pernah mengatakannya.

Sabtu, 11 Maret 2017

Persahabatan seperti filosofi “kaktus”

Maret 11, 2017 Posted by Debby Nuramiruddin No comments
Persahabatan seperti filosofi “kaktus”




Apa yang terlintas dipikiranmu tentang “kaktus”?
Kaktus, tanaman berduri, walau berduri, itulah caranya melindungi diri.
Bila diperhatikan luarnya, kaktus tak menarik sedikit pun, bukan?
Kaktus, ia biasanya tumbuh pada daerah panas dan kering. Lalu apakah cukup dengan bantuan sinar matahari, tanpa air ia dapat bertahan hidup?
Jawabannya iya.
Kaktus, tanaman yang tidak menyusahkan. tak masalah tidak disiram air pun setiap hari, ia akan tetap diam dan tak mengeluh. Berbeda dengan jenis tanaman lain. Ia akan layu bila tak sering disiram.
Kaktus dapat hidup walau dengan sedikit air dan mampu bertahan dicuaca yang ekstrem.
Kaktus, ia tak membutuhkan banyak perhatian. tetapi ia akan mati juga bila tak diperhatikan.
Walau kaktus tampak tak menarik bila diperhatikan, tapi pada waktunya ia akan menampakkan bunga yang indah. Hanya butuh kesabaran untuk merawatnya.

Itulah dia, “kaktus”. Aku ingin persahabatan kita seperti “kaktus”.

Persahabatan ini terjalin, tak membutuhkan waktu yang lama untuk saling mengenal. Tak butuh waktu yang lama untuk merasakan “kenyamanan” itu dan tak butuh waktu yang cukup lama untuk menyatakan “kita bersahabat”.

Sama seperti tanaman kaktus, butuh kesabaran dan waktu yang lama untuk tumbuh bunga yang indah.
Persahabatan ini masih panjang dan masih banyak cerita yang akan kita bagikan kepada dunia.
Butuh kesabaran dan rasa saling memahami didalam persahabatan ini. Waktu tak mungkin berhenti sampai disini. Ia akan terus berjalan tanpa kita minta sekalipun.
Aku tak ingin sang waktu akan membuat kita saling melupakan.
Melupakan waktu yang pernah kita lewati bersama. Kita saling tersenyum dan tertawa saat itu.
Aku tak ingin sang waktu akan membuat kita saling menjauh. Walau jarak menjauh, bukan berarti hati kita akan ikut menjauh, bukan?
Bahkan aku tak ingin sang waktu akan membuat kita canggung dan enggan saling menyapa.
Kita yang terlalu sibuk dengan dunia kita yang baru hingga melupakan cara untuk menyapa. Tegurlah aku jika aku berbuat salah dan jangan lupakan aku ketika bertemu sahabat baru.
Aku tak ingin sang waktu menenggelamkan persahabatan kita.

Kaktus akan diam, tak mengeluh bila ia tak disiram, bila tak diperhatikan. Namun, bila tak diperhatikan ia akan mati juga.
Sama halnya dengan persahabatan. Persahabatan tak selalu berjalan mulus tanpa lika-liku, bukan?
Perselisihan sudah menjadi hal yang tak asing lagi. Didiamkan bukanlah jalan yang baik.
Lebih baik kau memarahinya, mengomelinya dari pada didiamkan, jauh lebih menyakitkan.
Untuk itu, dalam persahabatan perlu usaha untuk mempertahankannya. Persahabatan tak memerlukan orang-orang yang sempurna hanya untuk terlihat sempurna. Tak ada persahabatan yang sempurna tanpa ada orang-orang yang berusaha mempertahankan dan menjadikannya sempurna. Hanya tangan seorang temanlah yang dapat mencabut duri yang tertancap dihati.

Kaktus, tanaman yang tak menarik,  mengajarkan kita untuk tidak menilai sesuatu atau seseorang dari tampak luarnya saja.
Aku berteman dengan kalian tanpa memandang apa yang namanya latar belakang itu. tak pernah memandang apapun. Kalian pun juga tau akan hal itu.
Tak pernah terduga dulu yang hanya sebatas teman sepermainan kini berubah status menjadi sahabat.
Walau usia pertemanan ini belum terlalu lama, aku pernah bersyukur kepada Tuhan yang sudah mengatur semuanya hingga aku bertemu dan mengenal perempuan-perempuan gila dan gokil seperti kalian.
Nama kalian berada pada deretan orang-orang yang paling ku sayangi dan tak pernah ingin kehilangan sosok seperti kalian.
Kalian berdua tak ada duanya, paling “the best” hahaha

Sebagai tanaman, kaktus juga tak menyusahkan. Begitu pula persahabatan kita bertiga. Persahabatan ini tak perlu campur tangan dari orang lain, sebisa mungkin tak akan pernah menyusahkan. Tak peduli pandangan orang, tak peduli apa yang dikatakan mereka tentang kalian, karena aku lebih tau dari orang-orang itu. cukup tutup telingamu saja dan anggap itu bukan apa-apa.

Tanaman kaktus mampu bertahan dalam kondisi cuaca yang ekstrem. Hal itu mengajarkan bahwa kita tak boleh menyerah dalam keadaan apa pun. Sebagai seorang sahabat, saling mendukung satu sama lain sangatlah diperlukan. Dalam hal pekerjaan, cita-cita bahkan soal percintaan.
Tak hanya berupa nasehat yang diberikan, kritikan diantara sahabat bukan menjadi masalah. Kritikan itu bisa membangun seseorang itu menjadi lebih baik lagi, bukan?
Sahabat yang baik tak akan diam, kadang bersikap berlebihan sebagai tanda kepeduliannya. Bersikap memalukan hanya untuk melihat tawa dan senyum terpancar dari wajahmu.
Ia bahkan tak akan lupa memberikan semangat dalam hal meraih apa yang kamu cita-citakan. Saling menguatkan satu sama lain.
Aku akan bawel setiap kali kalian sengaja tak mendengarkan. Apakah perlu ku ketuk kening itu untuk menyadarkan kalian?^^

Bukankah persahabatan juga memiliki makna seperti filosofi yang ingin disampaikan dari sebuah kaktus yang berduri?
Bagiku tanaman kaktus bukannya tak enak dipandang, ia mempunyai cara tersendiri untuk membuatnya tampak indah. Dari luar tampak berduri, namun ia menyembunyikan keindahannya itu setelah kau sabar merawatnya. Kau akan dapat melihat bunga yang indah dari sebuah kaktus. Setiap keindahan tak hanya dilihat oleh kasat mata saja, melainkan bisa dirasakan oleh hati. Bukankah itu yang terpenting?^^



Teruntuk :

<3  SoulMateStupa <3

Sabtu, 04 Maret 2017

Ini Tentang Aku dan Kamu yang saling Jatuh Hati

Maret 04, 2017 Posted by Debby Nuramiruddin No comments
Ini Tentang Aku dan Kamu yang Saling Jatuh Hati

  
Dunia maya
Terkadang bagi sebagian orang, dunia maya masih dianggap tabu, terdengar aneh malah. Termasuk diriku. Namun, anggapan itu ku tepis begitu saja. Berkatnya, aku menemukanmu. Awalnya biasa, namun tak pernah terpikirkan akan sejauh ini.


Pertemuan
Ku anggap kau orang yang baik, berbeda dari laki-laki yang selama ini ku kenal. Sampai pertemuan yang tak pernah terduga terjadi. Ku pikir hanya akan sebatas itu, namun setelah hari itu, kau selalu mengirimkan pesan dengan kicauan-kicauanmu, yang ku terima setiap hari, dan tak sadar hal kecil seperti itu telah memberikan warna baru pada hari-hariku.


SenyumanMu
Senyuman yang kau miliki, ketika pertama kali bertemu, entah mengapa masih terbayang dalam ingatanku. “Bukankah itu aneh?” ^^


Rasa yang tak biasa
Frekuensi pertemuan itu tak terjadi hanya sekali. Semakin hari, aku semakin mengenalmu. Entah mengapa, ada rasa yang tak biasa yang telah kau tabur di hatiku. Apa itu? Aku pun tidak tahu saat itu. Belum ku dapatkan jawaban atas pertanyaanku.


Meyebalkan, itu lah dirimu
Sosok mu yang yang telah memberi rasa manis didalam duniaku, kemudian mengubah rasa itu menjadi rasa paling menyebalkan. Ya, kau adalah manusia yang menyebalkan. Ketidakpekaanmu yang seolah terlihat cuek dan acuh, menunjukkan sisi menyebalkan dari dirimu.


Sepi yang ku rasa
Meskipun menyebalkan, namun kesepian yang ku rasakan saat tak ku terima pesan dari mu.

“Apakah rasa sepi yang ku rasa adalah hal yang tidak wajar? “


Merindukanmu?
kesepian yang ku rasakan, membuat ku merasakan hal yang tidak biasa. Kata orang, kita akan merasakan seseorang itu berarti ketika kita merasakan kehilangan, ketika sosoknya tak lagi menemani hari-harimu dan tiba-tiba kau merindukan dia.

“Kalau benar, apakah saat itu aku merindukan dirimu?”


Ku Bahagia
Ku bahagia kau telah terlahir didunia dan kau ada diantara milyaran manusia dan pada akhirnya aku menemukanmu. Terimakasih, tuhan memberikanku kesempatan mengenal sosok makhluknya yang lain.


Sedih
Tak menyangka kau yang telah menempati ruang dihatiku, membuat aku bahagia, ternyata kau jugalah yang mampu membuatku sedih. Ketika ku tahu, aku bukanlah yang seorang dikehidupanmu, ada bayangan lain.


Kecewa
Bayangan lain dimasa lalumu, membuatmu bimbang dan kecewa yang tentunya aku rasakan sejak kau menceritakan tentang dia. Aku ingin marah, tapi aku mencoba mengendalikan hati dan pikiranku kala itu. Menegaskan bahwa aku tak pantas bersikap seperti itu, tanpa memikirkan dan mempedulikan hubungan yang sudah sedekat ini.


Menunggu
Mendengar kata menunggu, bukankah menunggu adalah hal yang paling membosan?

Kau meminta waktu, membiarkan yang terjadi mengalir begitu saja tanpa memberikanku kepastian.


Bodoh
Tanpa kepastian, aku menunggumu. Kau selalu mengatakan bahwa hanya akulah yang dihatimu. Tetapi, kau masih meminta waktu, Apakah aku bodoh? Aku hanya melakukan apa yang dikatakan hatiku. Aku tak ingin menyesal kehilangan sosok manusia seperti dirimu, menjauh dari kehidupanku.


Pilihanmu
Tanpa terasa waktu berjalan begitu cepat. Sampai pada akhirnya kau menentukan pilihan dan pilihan itu adalah aku. Kau memilihku. Aku tak seanggun cinderella. Aku tidak secantik putri salju, kau malah memilihku dengan segala kekurangan yang ku miliki. Terimakasih untuk itu ^^


Awal yang indah
Kisah ini baru saja dimulai. Tanpa pernah merasa jenuh, aku dan kamu selalu ingin bertemu. Bukankah itu awal yang indah? Tak peduli kemana dan dimana, tujuannya adalah bertemu. Asalkan bertemu, itu sudah lebih dari cukup.

Sifatku
Semakin hari, kau akan tahu sifatku. Aku keras kepala, terkadang kekanak-kanakan, dan manja. Aku pun tahu sifatmu. Selain cuek, tidak peka,  kau menyebalkan. Namun, aku menyukainya. Apakah itu menjadi masalah? Perbedaan itu, bukan menjadi penghalang diantara kita, bukan?

Jatuh Cinta
“I love you” akhirnya kata itu terucap dari bibirmu. Betapa di setiap hari kau jatuh cinta padaku. Betapa di setiap hari kau selalu merindukanku. Semua telah kau ungkapkan hari itu padaku. Bahagia rasanya, sebagai balasan aku pun mengatakan “I love you too” ^^


Berpegangan Tangan
Hal kecil yang tak pernah kau lupakan, menggandeng tanganku. Tanpa mempedulikan suasana atau apapun kita selalu berpegangan tangan layaknya dua sejoli yang sedang kasmaran. Aku menyukai saat kau memegang tanganku tanpa ingin melepaskannya.


Menyentuh Pipiku
Untuk pertama kalinya bibirmu yang manis menyentuh pipiku dengan manja. Entah mengapa, membuatku senyum-senyum geli sendiri. Kau tau, aku tersipu malu dibuatmu saat itu. Aku menyukai caramu yang malu-malu menyentuh pipiku.


Diam
Diam adalah hal yang paling ku benci. Lebih baik kau marah, mengomel padaku dari pada kau diam, mengacuhkanku, membiarkanku sadar karena sikapku yang salah. Ada saatnya aku juga mengharapkan kau menghiburku, membuatku ceria kembali.


Cemburu
Kata orang cemburu adalah tanda cinta. Ku rasa itu benar. Aku akan cemburu bila ada seseorang yang mencoba mendekatimu bukan sebagai teman tapi lebih dari itu. Namun, aku tak akan membatasimu untuk mempunyai dan memilih teman.

 Tidak harus terlihat sempurna
Apakah pasangan harus terlihat sempurna? Kurasa tidak. Apakah aku bodoh memilihmu dengan segala kekuranganmu? Dan apakah kau juga bodoh memilihku dengan segala kekuranganku? Dengan segala kekurangan itu, kita bisa saling melengkapi. Bukankah itu akan menjadi sempurna?


Pelukanmu
Pelukanmu terasa hangat. Rasanya tak ingin cepat-cepat ku lepaskan. Mendekapku lebih lama sambil menikmati suasana saat kita bersama.


Kecupanmu
Dengan malu-malu, kau mencoba menyentuh bibirku. Kau mengecup bibirku lembut. Aku pun memejamkan mata dan kita saling melumat bibir kala itu. katamu, manis. Setiap melihat bibirku rasanya ingin menciumku terus-menerus :p


Waktu
Ketika bersamamu, entah mengapa waktu terasa berjalan cepat. Mungkin benar, saat bersama orang-prang yang kita sayangi, waktu seakan cepat berlalu saat bersama. Itu yang kurasakan setiap bersama denganmu. Rasanya ingin ku hentikan waktu agar bisa memuaskan kerindukanku padamu.

Tatapan sendu
Matamu terlihat sendu. Saat tertawa kau seolah sulap didepanku, matamu sok-sok dihilang-hilangin gitu. Tapi, kau tau aku sangat menyukainya saat melihatmu tertawa^^


Hadiah terindah
Bagiku kau adalah hadiah terindah pemberian tuhan untukku. kau juga adalah rangkaian anugerah terindah diantara anugerah yang diberikan tuhan kepadaku. Aku bersyukur memiliki dia.


Harapanku
Harapanku sederhana. Terus berada di sampingku tanpa pernah ingin berpaling, tanpa pernah ingin menjauh. Karena aku ingin berbagi duniaku padamu. Menghabiskan waktu bersamamu dan membuat cerita yang tak akan terlupakan, selalu ingin diingat dalam kisah yang baru dimulai ini.


Tetap seperti ini
Memang kisah ini baru dimulai, masih terasa manis. Ibarat minum kopi, masih terasa panas, lalu hangat dan lama-kelamaan akan menjadi dingin. janganlah kita seperti cerita kopi itu. Namun, tetaplah seperti ini. Jangan pernah kau berubah. Membuatku kecewa dengan mengkhianatiku. Karena sekali itu terjadi, aku akan memilih pergi dari kehidupanmu.