Temanku adalah Jodohku
Jodohku?
Siapa
yang tau akan jodoh?
Siapa
yang tau “siapa yang akan menjadi jodohmu”.
Tak ada
seorang pun di dunia yang tau.
Jodoh,
sebuah rahasia Tuhan. Seperti yang Ia tuliskan, setiap manusia mempunyai
jodohnya masing-masing.
Kata jodoh
seolah menjadi misteri, atau seperti teka-teki yang tak bisa dipecahkan, seolah
tak mempunyai jawaban pasti.
Jodoh sama
seperti saat kita sedang menunggu bis. Ditunggu atau tak ditunggu, datang atau tak
kunjung datang, pada akhirnya ia akan tiba di pemberhentian yang tepat.
Siapapun
ingin memiliki jodoh yang terbaik atau sesuai pilihan di hati.
Itulah yang
kualami saat ini.
Awalnya tak
pernah terpikirkan atau bahkan terselip di hati, kamu yang akan menjadi
jodohku.
Takdir membuat
kita berteman, walau kala itu hanya teman biasa.
Seorang
teman yang dulu dianggap seperti teman biasa, kini menjadi teman hidupmu.
Hari itu
dengan penuh kemantapan hati, ia membuat sebuah komitmen yang tak
disangka-sangka.
Bukan
hanya sekedar untaian kata, kini kau wujudkan menjadi nyata.
Dirimu
yang sama sekali tak pernah terpikirkan, menjadi yang paling dinantikan.
Aku tak pernah
berencana bahkan bermimpi sekalipun menjadi pendampingmu nanti.
Hanya
pernah terlintas memimpikanmu sesaat yang ternyata aku ada dalam mimpi-mimpi
panjangmu.
Hanya
pernah merasakan sesuatu yang ternyata kamu juga merasakan hal yang sama.
Terlepas
bagaimana takdir mengubah jalan hidupku, Tuhan juga seakan mempunyai skenario
lain untuk hidupku.
Rencana
Tuhan tak bisa kupungkiri. Sungguh luar biasa, di luar kendaliku yang hanya
menjadi pemain dalam cerita, sementara Ia adalah sutradara, penentu awal dan
akhir dari cerita.
Seolah
menjadi wanita paling bahagia di dunia.
Rasa syukur tak henti terucap
bersamaan rasa bahagia memiliki dia.
Memimpikan
hidup bersamamu, berbagi suka dan duka adalah keinginan.
Caramu
yang membuat hatiku teryakinkan memantapkan hati menuju dan mengucap janji suci
pernikahan.
Kau tak
perlu gugup mengucapkan janji suci di depan sang penghulu.
Seperti
di lautan lepas, lantangkan suaramu di sela-sela derai kencang dari suara
ombak, katakan bahwa kamu bahagia memilikiku.
Aku
menunggu dan harap-harap cemas menantikan babak baru di hidupku.
Hanya
selangkah lagi menuju hari bahagia dan aku akan menjadi sepenuhnya milikmu,
begitu juga denganmu.
Aku yang
terbiasa melakukan segala hal sendiri, akan terasa menyenangkan bisa melakukan
itu bersamamu.
Itu adalah
salah satu nikmat Tuhan, menciptakan manusia berpasang-pasangan untuk saling
menjaga dan melengkapi.
Tulisan
ini kupersembahkan untuk seorang teman, saat sama-sama menempuh pendidikan di
perguruan tinggi yang sama J
