Sebab
rasa takutku lebih hebat dari rasa rinduku.
Waktu
membuat kita lama tak saling berbicara. Saling menyapa pun tidak. Kau diam, aku
pun diam; aku menjauh, kau pun menjauh.
Apakah
ini salahku? Apa kau begitu karena aku pun begitu terhadapmu? Sebenarnya apa
yang kamu pikirkan? Tak ada maksud untuk menjauhimu, hanya menghindar sebentar
dari sosok sepertimu. Sejujurnya bukan ini yang ku inginkan. Bila ada pilihan
lain, mungkin akan ku ambil. Sedikit saja, atau pernahkah kamu merasakan yang
sama terhadapku? Apa kamu tak merasakan rindu sama seperti yang ku rasakan
belakangan ini?
Apa
kau hanya menganggapnya hal biasa sehingga hanya aku seorang diri yang
merasakannya? Sungguh, ini berat ku lakukan.
Aku
merindukanmu ‘makhluk menyebalkan dibumi ini’. Aku rindu menyapamu bahkan
berbicara lama tentang hal-hal tak penting bersama denganmu. Walaupun begitu,
tetap saja yang selalu ingin ku lihat adalah dirimu.
Aku
tahu, ini adalah sebuah keinginan dari logikaku, namun yang ku sesalkan mengapa
kita berdua jadi seperti ini? Mengapa jarak itu perlahan-lahan semakin jauh?
Kita berdekatan tapi saling tak bicara memecah kekosongan yang ada dan seperti
tak saling mengenal. Lagi ku katakan dan tak bosan untuk ku ulangi kata-kata
ini, aku merindukan sosok sepertimu dihari-hariku. Bolehkah bila aku katakan
sangat merindukanmu? Dan bolehkah aku bertanya, apakah kamu juga begitu?
Rasanya
ingin sekali ku ungkapkan bahwa aku rindu kamu. Tapi, apa daya, rasa takut itu
lebih besar dari rasa rinduku.
Ku
pikir, dengan menjauhimu, menghindarimu, pelan-pelan rasa yang ku sebut cinta
ini akan berkurang. Tapi, aku salah. Rasa itu semakin bertambah dicampur dengan
rasa sakit. Usahaku berarti sia-sia. Kau tahu, ini sangat menyakitkan.
Janganlah
kau ikut pula menjauh karena aku menjauh darimu. Ku mohon, jangan
menghindariku. Tidak bisakah kau bersikap seperti biasa saja? Tidak bisakah kau
tidak meniru yang ku lakukan bila kau menyadarinya? Jangan merasa asing
denganku.
Bisakah
kau mulai menyapaku tanpa aku pinta? Bisakah kau yang mendekatiku terlebih
dahulu ketika aku mulai menghindar darimu?
Dapatkah
kau melakukan itu? Dapatkah kau merasakannya?