Apa yang terlintas dipikiranmu tentang “kaktus”?
Kaktus,
tanaman berduri, walau berduri, itulah caranya melindungi diri.
Bila
diperhatikan luarnya, kaktus tak menarik sedikit pun, bukan?
Kaktus, ia
biasanya tumbuh pada daerah panas dan kering. Lalu apakah cukup dengan bantuan
sinar matahari, tanpa air ia dapat bertahan hidup?
Jawabannya
iya.
Kaktus,
tanaman yang tidak menyusahkan. tak masalah tidak disiram air pun setiap hari,
ia akan tetap diam dan tak mengeluh. Berbeda dengan jenis tanaman lain. Ia akan
layu bila tak sering disiram.
Kaktus dapat
hidup walau dengan sedikit air dan mampu bertahan dicuaca yang ekstrem.
Kaktus, ia
tak membutuhkan banyak perhatian. tetapi ia akan mati juga bila tak
diperhatikan.
Walau kaktus
tampak tak menarik bila diperhatikan, tapi pada waktunya ia akan menampakkan
bunga yang indah. Hanya butuh kesabaran untuk merawatnya.
Itulah dia, “kaktus”. Aku ingin persahabatan kita seperti “kaktus”.
Persahabatan ini terjalin, tak membutuhkan waktu yang lama untuk
saling mengenal. Tak butuh waktu yang lama untuk merasakan “kenyamanan” itu dan
tak butuh waktu yang cukup lama untuk menyatakan “kita bersahabat”.
Sama seperti tanaman kaktus, butuh kesabaran dan waktu yang lama
untuk tumbuh bunga yang indah.
Persahabatan
ini masih panjang dan masih banyak cerita yang akan kita bagikan kepada dunia.
Butuh
kesabaran dan rasa saling memahami didalam persahabatan ini. Waktu tak mungkin
berhenti sampai disini. Ia akan terus berjalan tanpa kita minta sekalipun.
Aku tak ingin
sang waktu akan membuat kita saling melupakan.
Melupakan
waktu yang pernah kita lewati bersama. Kita saling tersenyum dan tertawa saat
itu.
Aku tak ingin
sang waktu akan membuat kita saling menjauh. Walau jarak menjauh, bukan berarti
hati kita akan ikut menjauh, bukan?
Bahkan aku
tak ingin sang waktu akan membuat kita canggung dan enggan saling menyapa.
Kita yang
terlalu sibuk dengan dunia kita yang baru hingga melupakan cara untuk menyapa.
Tegurlah aku jika aku berbuat salah dan jangan lupakan aku ketika bertemu
sahabat baru.
Aku tak ingin
sang waktu menenggelamkan persahabatan kita.
Kaktus akan diam, tak mengeluh bila ia tak disiram, bila tak
diperhatikan. Namun, bila tak diperhatikan ia akan mati juga.
Sama halnya
dengan persahabatan. Persahabatan tak selalu berjalan mulus tanpa lika-liku,
bukan?
Perselisihan
sudah menjadi hal yang tak asing lagi. Didiamkan bukanlah jalan yang baik.
Lebih baik
kau memarahinya, mengomelinya dari pada didiamkan, jauh lebih menyakitkan.
Untuk itu,
dalam persahabatan perlu usaha untuk mempertahankannya. Persahabatan tak
memerlukan orang-orang yang sempurna hanya untuk terlihat sempurna. Tak ada
persahabatan yang sempurna tanpa ada orang-orang yang berusaha mempertahankan
dan menjadikannya sempurna. Hanya tangan seorang temanlah yang dapat mencabut
duri yang tertancap dihati.
Kaktus, tanaman yang tak menarik, mengajarkan kita untuk
tidak menilai sesuatu atau seseorang dari tampak luarnya saja.
Aku berteman
dengan kalian tanpa memandang apa yang namanya latar belakang itu. tak pernah
memandang apapun. Kalian pun juga tau akan hal itu.
Tak pernah
terduga dulu yang hanya sebatas teman sepermainan kini berubah status menjadi
sahabat.
Walau usia
pertemanan ini belum terlalu lama, aku pernah bersyukur kepada Tuhan yang sudah
mengatur semuanya hingga aku bertemu dan mengenal perempuan-perempuan gila dan
gokil seperti kalian.
Nama kalian
berada pada deretan orang-orang yang paling ku sayangi dan tak pernah ingin
kehilangan sosok seperti kalian.
Kalian berdua
tak ada duanya, paling “the best” hahaha
Sebagai tanaman, kaktus juga tak menyusahkan. Begitu pula
persahabatan kita bertiga. Persahabatan ini tak perlu campur tangan dari orang
lain, sebisa mungkin tak akan pernah menyusahkan. Tak peduli pandangan orang,
tak peduli apa yang dikatakan mereka tentang kalian, karena aku lebih tau dari
orang-orang itu. cukup tutup telingamu saja dan anggap itu bukan apa-apa.
Tanaman kaktus mampu bertahan dalam kondisi cuaca yang ekstrem.
Hal itu mengajarkan bahwa kita tak boleh menyerah dalam keadaan apa pun.
Sebagai seorang sahabat, saling mendukung satu sama lain sangatlah diperlukan.
Dalam hal pekerjaan, cita-cita bahkan soal percintaan.
Tak hanya
berupa nasehat yang diberikan, kritikan diantara sahabat bukan menjadi masalah.
Kritikan itu bisa membangun seseorang itu menjadi lebih baik lagi, bukan?
Sahabat yang
baik tak akan diam, kadang bersikap berlebihan sebagai tanda kepeduliannya.
Bersikap memalukan hanya untuk melihat tawa dan senyum terpancar dari wajahmu.
Ia bahkan tak
akan lupa memberikan semangat dalam hal meraih apa yang kamu cita-citakan.
Saling menguatkan satu sama lain.
Aku akan
bawel setiap kali kalian sengaja tak mendengarkan. Apakah perlu ku ketuk kening
itu untuk menyadarkan kalian?^^
Bukankah persahabatan juga memiliki makna seperti filosofi yang
ingin disampaikan dari sebuah kaktus yang berduri?
Bagiku
tanaman kaktus bukannya tak enak dipandang, ia mempunyai cara tersendiri untuk
membuatnya tampak indah. Dari luar tampak berduri, namun ia menyembunyikan
keindahannya itu setelah kau sabar merawatnya. Kau akan dapat melihat bunga
yang indah dari sebuah kaktus. Setiap keindahan tak hanya dilihat oleh kasat
mata saja, melainkan bisa dirasakan oleh hati. Bukankah itu yang terpenting?^^
Teruntuk :
<3 SoulMateStupa <3
0 komentar:
Posting Komentar