Seseorang selalu ingin didengar dan punya tempat untuk bercerita. Sedang aku memilih berteman dengan sepi. Di satu ruang aku mampu menumpahkan segala lara yg tak mampu kuutarakan lewat kata. Tak apa, karna ini tentang dia yg membuatku jatuh cinta. Kadang kecewa, kadang juga bahagia. Meski dia sering kali menciptakan mendung dan airmata di langitku. Tapi, aku percaya bukankah akan ada pelangi setelahnya?

Jumat, 03 Agustus 2018

Menyimpan Rasa

Agustus 03, 2018 Posted by Debby Nuramiruddin No comments

Menyimpan Rasa


Hal apa yang membuat dada terasa sesak ketika mulut tak mampu berkata?
Kurasa itu adalah menyimpan sebuah rasa tanpa berani mengungkapkan.
Tak semudah itu ketika kau hanya menyapanya.
Tak semudah itu ketika kau hanya mampu melihat dan menatap dari kejauhan.
Tak semudah itu ketika kau hanya mampu merangkai kata diatas kertas tanpa memberikannya
Tak semudah itu ketika kau hanya mampu menahan diri ketika bersamanya.
Tak semudah itu ketika kau hanya mampu menyembunyikan perasaan tanpa ia tau.
Ini bukanlah hal yang biasa. Ketika kau diam-diam menyimpan rasa yang tak biasa untuk seseorang.
Kau bahkan tak punya nyali yang besar sekedar untuk menarik perhatiannya atau menunjukkan perasaanmu kepadanya.
Yang kau tau, hanya menyembunyikan dan menahan diri bila berada di dekatnya.
Orang lain pun tak akan tau kau mempunyai perasaan khusus terhadapnya.
Bukankah menahan perasaan sungguh menyakitkan?
Bukankah menahan perasaan sungguh menyiksa?
Bukankah hanya membuat luka saja, tanpa membuat diri sedikit bahagia?
Mungkin bagi sebagian orang, itu menjadi masalah.
Bagiku, bila hanya dengan melihatnya adalah bahagiaku yang sederhana, mengapa harus mengeluh pada dunia?
Kukatakan bahagia memang sesederhana itu,
Sesederhana ketika kau tersenyum dan mengkhayal bukan tanpa sebab, melainkan karena dirinya yang begitu indah hingga kau tak mampu berpaling dari bayangannya.
Sudah tak terhitung waktuku yang terbuang.
Memikirkanmu sudah banyak menyita waktuku.
Aku bukanlah seseorang yang mudah jatuh cinta.
Aku juga bukanlah seseorang yang mudah mengatakan aku jatuh cinta.
Tapi, mengapa kau buatku jatuh cinta?
Mengapa namamu yang tertanam di hati?
Seolah tak kutemukan jawaban, kini di pikiranku penuh dengan angan tentang dirinya.
Hingga hasrat terbesarku adalah bermimpi memiliki dirinya.
Namun, semua itu hanya akan menjadi angan belaka, bukan? jika pada akhirnya kau hanya bisa menyimpan rasa.
Jenuh bila terlalu lama memendam rasa, tanpa tau perasaan ia sebenarnya.
Tuhan, berikan diri ini sedikit keberanian untuk menyatakan rasa yang tersimpan terlalu dalam.