Seseorang selalu ingin didengar dan punya tempat untuk bercerita. Sedang aku memilih berteman dengan sepi. Di satu ruang aku mampu menumpahkan segala lara yg tak mampu kuutarakan lewat kata. Tak apa, karna ini tentang dia yg membuatku jatuh cinta. Kadang kecewa, kadang juga bahagia. Meski dia sering kali menciptakan mendung dan airmata di langitku. Tapi, aku percaya bukankah akan ada pelangi setelahnya?

Selasa, 27 April 2021

Jika bukan kamu

April 27, 2021 Posted by Debby Nuramiruddin No comments

 Jika bukan kamu


Warna langit yang jingga seperti pipiku yang merah merona. Apalagi? Jika bukan karenanya.

Ketika jemarimu menyentuhku perlahan. Menggengam, serasa tersengat aliran listrik menegangkan.

Untuk pertama kalinya, aku menyukai saat tangan kita bertemu..

Sesuatu yang kumau sejak dulu.

Bahkan ketika tatapan kita saling beradu, aku hanya diam membisu.

Apa yang salah dengan itu?

Walau ingin kubisikkan rindu tapi, bibirku saja kelu, tubuh serasa kaku bukan main.

Wajahmu yang mendekat, semakin aku dibuat tak karuan.

Kapan aku bisa melihatmu dengan nyaman?

Kalau di pikiranku saja kamu masih berkeliaran.

Apakah aku merasakan hal serupa, jika bukan kamu?

Haruskah membenci, jika yang aku mau adalah kamu?

Tingkahmu yang berlebihan, membuatku berprasangka yang bukan-bukan.

Kamu memberiku pelukan tanpa sungkan.

Bisa kubilang, kejutan paling menyenangkan.

Aroma yang selalu kuidam-idamkan.

Bisakah kamu dengar jantungku yang berdebar karnamu, Tuan?

Sebab menyukaimu, tak butuh alasan.

Kamu yang paling tau cara melemahkan hati tapi, cuma bisa memberiku mimpi.

Memilikimu juga hanya sekedar impian,

Bersama denganmu hanya sebatas angan.

Jumat, 02 April 2021

Karena satu pertemuan

April 02, 2021 Posted by Debby Nuramiruddin No comments

 Karena satu pertemuan



Lama tak kulihat wajahnya yang sendu

Lama tak kudengar suara juga tawamu

Memikirkannya saja, jantungku berdebar hebat

Lantas, apakah hanya sesaat?

Sampai pada satu pertemuan yang sulit kulupakan..

Ketika kita bersama menyusuri jalan

Langit dan keheningan seakan memeriahkan

dan tanpa sengaja aku menyukainya, ketika tangan kita bertemu untuk pertama kalinya..

Tubuhku serasa bergetar tak biasa

Tak ingin hari ini berakhir begitu saja

Kau telah memenuhi otakku dengan segala candu..

Ada apa denganku?

Apakah aku mulai mendamba?

Mungkinkah hati ini menginginkannya?

Inikah namanya rindu ketika tatapan kita saling berbicara?

Tiba-tiba kau menarikku ke dalam pelukan

Jatuh dalam berjuta angan, hanyut terbawa sang malam..

Jika aku ingin dirimu, akankah Tuhan kabulkan?

Sejenak aku melupakan kalau kau sudah ada yang memiliki dan aku cuma bisa membodohi diri

Jika seisi dunia membenci, apakah aku patut menuruti kata hati?

Jika aku percaya diri, akankah kamu berpindah hati?

Lantas jika bukan, aku harus bungkam dan dipendam?

Aku hanya perlu sedikit waktu saja, kan?

Mungkin satu, dua atau tiga kesempatan..

Bersabar dan menunggu, sampai kau tersadar dan berlari ke arahku..

Teruntuk Kamu

April 02, 2021 Posted by Debby Nuramiruddin No comments

Teruntuk Kamu



Kamu yang aneh atau memang aku suka?

Kamu cuek, dingin, tak banyak bicara, suka menyendiri tapi pintar. 

Hal-hal yang dulu aku tak suka, seketika menarik kalau kamu yang punya.

Aku memikirkanmu tanpa alasan.

Seperti pelangi yang datangnya ditunggu-tunggu, seperti itulah kamu. 

Memberi warna di hidupku. 

Kamu yang menawan, membuatku tertawa dan tersenyum. 

Kadang menyebalkan, tapi menjadi yang paling dirindukan.

Seperti kopi yang bikin candu, aku ingin tahu segala tentangmu.

Banyak cara kulakukan untuk mendapat perhatian darimu. 

Mulai menganggumu yang sedang sibuk tanpa ingat waktu, 

atau sekedar memperhatikanmu diam-diam, mengagumi dari kejauhan. 

Bahkan seringkali berani menyapamu malam-malam, 

walau jarang kamu membalas pesan. 

Tak apa. Semesta juga tau bahwa aku amat menginginkanmu.

Tapi, tiba-tiba bumi tak membiarkanku tidur lelap. 

Aku telah keliru. Bukan kisah seperti ini yang kumau. 

Bukan pelangi, kamu malah senja, yang kapan saja bisa datang dan pergi.

Sementara aku, langit yang selalu menerima senja apa adanya.

Meski cuma aku yang merasa demikian, 

tetap saja kamu menjadi pilihan terakhir untuk aku pulang.

Kadang aku merasa kamu merasakan hal yang sama 

atau aku sedang menjadi manusia paling pede sedunia? 

Entahlah. Mungkin hanya perasaan saja. 

Apa pernah sedikit saja aku terlintas dalam pikiranmu? 

Apa pernah sekali saja kamu menyadari kehadiranku? 

Apa hanya aku yang berharap kita lebih dari sekedar teman? 

Aku punya jawabannya, dari segala kemungkinan. Tidak pernah ada aku, kan?

Tak mengapa. Asal masih bisa melihatmu di bumi. 

Sayangnya saat ini, kamu hilang atau aku yang tak bisa menemukan?

Pesan dan email tak kunjung dibalas. 

Aku resah, putus asa dan tak tahu harus berbuat apa. 

Semesta, kemana harus kupergi? 

Apakah ia memang bersembunyi? 

Duniaku serasa asing. Apakah kamu sedang berpetualang?

Sekeras apapun aku berlari dan mencari, kamu memang udah engga disisi.

Aku cuma belum bisa membiasakan diri saja. 

Aku cuma rindu saat kita berbicara. 

Kini, aku seperti kehilangan arah. Walau aku tau kamu baik-baik saja disana.