Jika bukan kamu
Warna langit yang jingga seperti pipiku yang merah merona. Apalagi? Jika bukan karenanya.
Ketika jemarimu menyentuhku perlahan. Menggengam, serasa tersengat aliran listrik menegangkan.
Untuk pertama kalinya, aku menyukai saat tangan kita bertemu..
Sesuatu yang kumau sejak dulu.
Bahkan ketika tatapan kita saling beradu, aku hanya diam membisu.
Apa yang salah dengan itu?
Walau ingin kubisikkan rindu tapi, bibirku saja kelu, tubuh serasa kaku bukan main.
Wajahmu yang mendekat, semakin aku dibuat tak karuan.
Kapan aku bisa melihatmu dengan nyaman?
Kalau di pikiranku saja kamu masih berkeliaran.
Apakah aku merasakan hal serupa, jika bukan kamu?
Haruskah membenci, jika yang aku mau adalah kamu?
Tingkahmu yang berlebihan, membuatku berprasangka yang bukan-bukan.
Kamu memberiku pelukan tanpa sungkan.
Bisa kubilang, kejutan paling menyenangkan.
Aroma yang selalu kuidam-idamkan.
Bisakah kamu dengar jantungku yang berdebar karnamu, Tuan?
Sebab menyukaimu, tak butuh alasan.
Kamu yang paling tau cara melemahkan hati tapi, cuma bisa memberiku mimpi.
Memilikimu juga hanya sekedar impian,
Bersama denganmu hanya sebatas angan.


