Seseorang selalu ingin didengar dan punya tempat untuk bercerita. Sedang aku memilih berteman dengan sepi. Di satu ruang aku mampu menumpahkan segala lara yg tak mampu kuutarakan lewat kata. Tak apa, karna ini tentang dia yg membuatku jatuh cinta. Kadang kecewa, kadang juga bahagia. Meski dia sering kali menciptakan mendung dan airmata di langitku. Tapi, aku percaya bukankah akan ada pelangi setelahnya?

Minggu, 09 Desember 2018

Bumi

Desember 09, 2018 Posted by Debby Nuramiruddin No comments

Bumi


Bagaimana rasanya jika sendirian berada di Bumi? Tak ada teman untuk berbicara, bermain atau bahkan sekedar menyapa saja. Tak bisa saling menguatkan, menggengam tangan, menangis bersama dan berpelukan tanda bahagia. Apa jadinya bumi, jika hanya ada pepohonan, hutan, lautan, binatang, langit dan awan? Apa rasanya bumi, jika tak ada manusia untuk saling melengkapi? Jika sudah saling melengkapi, bukankah indah jadinya hidup di bumi?
Bumi yang kusayangi bertambah hidup jika dikelilingi oleh orang-orang yang disayangi. Seberapa pun besar cobaan hidup yang diberikan, asalkan ada mereka, semua masalah terasa tak menjadi masalah karena adanya dukungan dari orang-orang yang berarti. Namun, ketika tak mendapat dukungan dari orang-orang tersebut, tak perlu khawatir karena Tuhan pasti mempunyai cara dan rencana lain untuk membuat kita bertahan dan tetap semangat menjalani kehidupan.
Entah darimana lagi aku bercerita, cara Tuhan memberikan dia di hidupku memanglah sangat ajaib. Hingga sampai saat ini aku masih tak percaya, kehadirannya membuatku menjadi salah satu manusia di bumi paling bahagia memilikinya. Bahkan ketika aku tak mendapatkan dukungan dari orang-orang terdekatku, dia menjadi tempatku untuk tetap tersenyum menghadapi apapun yang menjadi pilihan dan keputusan yang diambil. Benar atau salah lantas tak harus membuatku terpuruk dan bersedih.
Jika hanya ada satu manusia seperti dia di bumi, aku seakan tak membutuhkan manusia-manusia lain untuk melengkapi jalan cerita di hidupku. Kami mencoba saling menguatkan, bertukar cerita, membuat dan mengumpulkan cerita bahagia, bahkan pernah menangis bersama. Ia adalah pelukan paling hangat yang membuat hatiku tentram berada di dekatnya. Walaupun ia memiliki sikap menyebalkan namun merindukannya adalah hal pertama yang kulakukan ketika tak ku dengar kabar darinya.
Sudah kukatakan sebelumnya, Tuhan mempertemukanku dengan manusia satu itu dengan cara yang benar-benar ajaib. Melalui dunia maya, akhirnya aku tau ada manusia seperti dia di bumi, tempatku berpijak. Ia tak membiarkanku terlalu lama berlarut-larut dalam kesedihan, menemaniku di hari-hari yang tersulit ketika tak mendapat dukungan dari orang-orang terdekatku. Justru dia yang malah menguatkan dan menjadi tempatku berteduh. Ketika bumi ini bahagia, ia menjadi salah satu alasanku untuk bahagia dan bahkan ketika bumi ini menangis, ia adalah tempat paling nyaman untuk aku pulang dan bersandar di bahunya. Sampai dengan hari ini, permintaan yang selalu kutitipkan kepada Tuhan, ia tetap menjadi bumiku yang paling nyaman hingga tak terbatas dan tak terhitung lamanya.