Seseorang selalu ingin didengar dan punya tempat untuk bercerita. Sedang aku memilih berteman dengan sepi. Di satu ruang aku mampu menumpahkan segala lara yg tak mampu kuutarakan lewat kata. Tak apa, karna ini tentang dia yg membuatku jatuh cinta. Kadang kecewa, kadang juga bahagia. Meski dia sering kali menciptakan mendung dan airmata di langitku. Tapi, aku percaya bukankah akan ada pelangi setelahnya?

Senin, 16 Oktober 2017

Pesan singkatku diabaikan

Oktober 16, 2017 Posted by Debby Nuramiruddin No comments

Pesan singkatku diabaikan


Kau diam. Pesan singkatku tak kau hiraukan.
Sepatah kata membuatmu membisu. Sebuah kata yang kau kira lelucon, ku tanggapi serius membuat hening suasana. Hanya sebuah kata saja membuat kita merasa kecewa.
Tidakkah kau percaya bahwa aku tak berkata yang sesungguhnya?
Aku hanya menimpali kata yang ku pikir serius, namun tak sama yang dirasakan hatiku.
Sudah ku katakan yang sebenarnya, namun tak juga membuatmu mengatakan hal yang serupa.
Aku pikir, kau sudah terlanjur kecewa. Begitu menyebalkannya diriku hingga kau mengacuhkan pengakuanku.
Aku tak berkata yang sesungguhnya. Sampai saat ini dan sejauh ini, kau lah yang menjadi alasanku tersenyum, cemberut, sedih hingga menangis.
Bukankah itu cukup membuktikan bahwa kehadiranmu sudah bersemayam terlalu dalam di hatiku dan betapa kau sangat berarti.
Aku memang tak mampu membuktikan, hanya lewat kata aku mampu melukiskan perasaan yang tercipta untukmu.
Beginilah aku, aku yang memang aneh bagimu.
Kau yang menyebalkan bagiku namun, kau adalah manusia yang paling ku rindukan saat tak ku terima sapaanmu dan tak ku jumpai hadirmu.
Kau memang bukan pujangga, yang pandai merangkai kata cinta tapi ku tahu kau sepenuhnya mencintai dan menyayangiku.
Dalam setiap doaku, selalu ku sebut namamu dan selalu ku pinta padaNya “utuhkan rasa cinta dihatinya hanya untuk diriku”.
Jangan pernah berubah rasamu terhadapku. 
Aku akan terus mencari dan terus mencari sosokmu ketika merasa kehilangan. 
Hingga aku tanpa lelah bertahan pada cinta yang seperti ini.
Aku rela menunggu. Carilah aku dan sapa diriku ketika aku memang tengah menunggu seseorang, yaitu dirimu.