Seseorang selalu ingin didengar dan punya tempat untuk bercerita. Sedang aku memilih berteman dengan sepi. Di satu ruang aku mampu menumpahkan segala lara yg tak mampu kuutarakan lewat kata. Tak apa, karna ini tentang dia yg membuatku jatuh cinta. Kadang kecewa, kadang juga bahagia. Meski dia sering kali menciptakan mendung dan airmata di langitku. Tapi, aku percaya bukankah akan ada pelangi setelahnya?

Minggu, 29 April 2018

Cinta Tak Mungkin Berhenti

April 29, 2018 Posted by Debby Nuramiruddin No comments

Cinta Tak Mungkin Berhenti


Kau egois.
Kau menyebalkan.
Aku mencoba menerima. Mencoba bertahan.
Tak sekuat dan setegar itu, terkadang ada rasa lelah juga dalam hati.
Terbesit untuk melupakan bahkan menyudahi saja semua.
Tapi, terasa sesak dalam dada ketika perasaan bercampur amarah. Hingga tak mampu berpikir jenih, Hingga tak terasa airmata menetes dipipi.
Mencoba tak peduli, menghiraukannya namun suara didalam hati menolak. Kadang kesal sendiri dengan keadaan hati dan pikiran yang berlawanan. Hati yang terkadang tak bisa diajak kompromi, saat itulah rasa bimbang menghantui.
Sebal, kecewa, sedih, marah berkecamuk menjadi satu kala menyendiri seorang diri.
“pergi saja..”
“lupakan dia..”
“cari yang lebih baik..”
Satu persatu pikiran aneh bermunculan, menggodaku kala kita bersiteru dan berbeda pendapat namun tak saling mengalah, menampilkan egonya masing-masing.
Ketika itu, aku ingin sejenak saja bersandar dibahumu. Turut merasakan beban dihatimu.
Beragumen tentang siapa yang benar, siapa yang salah, tak akan menyelesaikan masalah, hanya memperkeruh suasana semakin memanas.
Kadang menghiraukan ego dan saling bicara dari hati ke hati adalah jalan keluar yang terbaik, tanpa menyalahkan satu sama lain.
Intinya, kunci suatu hubungan berjalan baik adalah komunikasi.   
Sampai sejauh ini, selalu ada ruang dihatiku untukmu. Sebesar apapun rasa amarah, rasa kecewa selalu akan ada tempat tersisa untukmu diruang hatiku.
Walaupun sekian kali terluka dan menangis, cinta tak mungkin berhenti secepat ketika aku jatuh hati dan cinta tak mungkin mudah berganti menjadi benci hingga aku harus pergi.
Kurasa aku lelah mencari sosok yang sempurna itu. Jika bersamamu hidupku terasa sempurna, mengapa harus kupikirkan cara melepasmu?
Jika hari-hari tertawa bersamamu terasa bahagia, mengapa aku harus memilih pergi?
Kenyataannya kehadiranmu sudah menempati ruang dihatiku terlalu dalam hingga tak kuasa melepasmu pergi.
Jika kehilanganmu adalah inginku, mengapa aku harus menangis karenamu?
Jika menangis bersamamu adalah hal yang istimewa, mengapa aku harus siap kehilanganmu?
Dan jika aku bermimpi hidup berdua denganmu, mengapa harus kucari sosok penggantimu?
Mungkin itu adalah jawaban mengapa hingga saat ini kita masih bersama. Karena kita sama-sama takut merasakan kehilangan atau akan ada penyesalan nantinya.
Seberapa banyak halangan dan rintangan, bisa melewatinya bersamamu adalah tujuanku. Aku masih ingin terus dan terus berbagi duniaku kepadamu.  

Sabtu, 28 April 2018

Sebuah Rasa

April 28, 2018 Posted by Debby Nuramiruddin No comments
Sebuah Rasa



Semua salah.
Semua tidak benar.
Semua tidak pada tempatnya.
Aku dihadapkan diantara dua pilihan, antara benar dan salah.
Semua terasa membingungkan.
Semua terasa menyakitkan.
Hanya karena sebuah rasa, aku melukai hati seseorang. Bukan hanya dia, hatiku pun ikut terluka karena seseorang.
Aku mencintai dia, sangat mencintai dia. Namun, rasa itu terhalang oleh dusta yang tercipta. Dunia begitu rumit hanya karena sebuah rasa yang kuberikan untuk seseorang.
Karena sebuah rasa, aku mengambil kebahagiaan milik seseorang. Aku bahkan telah merusak istana megah yang telah lama ia bangun.
Tak peduli, aku hanya ingin memilik dia seutuhnya. Hasrat yang besar untuk memilikinya telah menghancurkan pikiran yang baik dan hati yang baik. 
Seperti wanita jahat, aku juga akan membangun istana dan hidup bersamanya.
Begitulah kehidupan yang kujalani hari ini. Aku mencoba mengerti keadaan yang tengah kami rasakan.
Tak mudah untuk menghabiskan waktumu bersama orang yang kamu cintai. Melihat bahwa cinta yang kau rasakan adalah cinta yang tak semestinya dan tak seharusnya terjadi.
Lalu, apakah aku harus menyalahkan “rasa cinta” yang tertanam dihatiku? Ataukah aku harus berlari dari kenyataan yang kejam yang penuh dengan sebuah penghalang?
Bukankah sangat rumit hanya karena sebuah rasa yang tercipta.
Aku hanya ingin menghabiskan waktu bersamanya hari ini, esok dan seterusnya tanpa memikirkan yang menjadi penghalang cinta kami berdua.
Jika tak cukup hanya dengan menggapainya, perlu usaha keras, maka akan aku lakukan.
Jika perlu cara yang tak biasa, maka akan kulakukan.
Sebuah rasa yang kurasakan untukmu tak boleh menjadi sia-sia.

Sabtu, 07 April 2018

Hujan

April 07, 2018 Posted by Debby Nuramiruddin No comments

Hujan



Ini tentang hujan yang tak sengaja menahanmu disini. Waktu seakan ingin kuhentikan saja.
Kau seolah banyak bercerita tentang dirimu yang belum ku tahu. Sedikit yang ku tahu tentang dirimu. Kau adalah manusia yang berbeda dan sejak ku tahu tentang itu perasaan yang aneh mulai menghantuiku.
Apakah kau ingat kala kita menerobos hujan? Derai hujan membasahi kala itu.
Aku lupa akan rasa dinginnya hujan dan udara malam. Aku lupa akan waktu yang cepat berlalu. Semua itu seakan hilang dari pikiranku ketika aku bersamamu.
Hujan menciptakan kebahagiannya sendiri. Ia tahu aku akan mengenang hujan yang turun pada hari itu. Karena hujan, aku bisa tersenyum dan merasa lebih dekat dengannya.
Manusia itu, tak henti-hentinya aku bercerita dan mengenangnya.
Hey kau! Kau tau bagaimana ketika sang waktu membuatku tak berkutik, diam membisu, memandang sosok manusia dihadapanku.
Seperti mimpi saja, kehadiranmu membuatku tak tahu harus bagaimana. Apa kau tahu rasanya menjadi diriku? Aku harus menahan diri, menyembunyikan debaran jantung yang semakin kencang setiap kali didekatmu.
Bagaimana diriku harus menyembunyikan gejolak bahagia di dalam hatiku.
Semua itu mempunyai jawaban yaitu karena dirimu. Tidakkah kau menyadarinya? Bahkan hanya sedikit?
Atau kau sebenarnya tau atau pura-pura tidak tau. Ku rasa aku tak mempunyai keberanian untuk menanyakan hal itu padamu.
Tak mengapa, aku bisa tersenyum sepanjang hari karena hujan menahan dirimu disini. Aku bisa sedikit melupakan perasaanku. Bukankah harus ku syukuri?