Seseorang selalu ingin didengar dan punya tempat untuk bercerita. Sedang aku memilih berteman dengan sepi. Di satu ruang aku mampu menumpahkan segala lara yg tak mampu kuutarakan lewat kata. Tak apa, karna ini tentang dia yg membuatku jatuh cinta. Kadang kecewa, kadang juga bahagia. Meski dia sering kali menciptakan mendung dan airmata di langitku. Tapi, aku percaya bukankah akan ada pelangi setelahnya?

Selasa, 01 Mei 2018

Menunggu Kamu

Mei 01, 2018 Posted by Debby Nuramiruddin No comments

Menunggu Kamu



Ini bukan tentang sebuah kebahagiaan.  
Ini tentang sebuah harapan.
Ini tentang sebuah penantian.
Tentang bagaimana rasanya menunggu, menggantungkan sebuah harapan pada sang waktu.
Sang waktu pun enggan mendengar suara hatimu. 
Seakan menutup telinga, kau hanya sendiri, berdiri seorang diri.
Apakah aku kesepian?
Itulah yang kurasakan kala pandanganku menatap ke depan. Aku tau bahwa sebenarnya aku tak pernah beranjak, seolah masih diam di tempat.
Akhirnya waktu menampar wajahku, menyadarkan bahwa sebenarnya aku tak pernah berubah, masih sama seperti yang dulu.
Bukan tanpa alasan, dialah yang menjadi alasanku.
Masih kuingat, tatapan sendu dari matanya dan senyuman yang terukir di wajahnya.
Kini, ada sebongkah kata rindu yang ingin terucap. Ada sebuah harapan yang tersembunyi dari kata rindu. Rindu yang kusimpan seorang diri tanpa bisa kuungkapkan.
Aku hanya tak berani mengatakannya. Hanya saja rasa takut ini lebih besar daripada rasa rindu yang diam-diam kusimpan tanpa ia tau.
Selamanya, tak akan pernah tau. Hingga tanpa jawaban, aku menunggunya tanpa sebab.
Tanpa sebab, aku bahkan membiarkan diriku diselimuti oleh sebuah penantian. Berawal hanya sebuah harapan, kini berujung dengan sebuah penantian.
Seperti orang bodoh, aku hanya menggantungkan sebuah harapan pada sang waktu.
Harapan bahwa kelak aku dapat berjumpa dengannya yang menyita separuh waktuku dengan mengenang hari-hari pernah bersamanya.
Harapan bahwa suatu saat akan terkabul dan mengakhiri dari penantian selama ini.
Rindu ini terasa berat jika hanya kau seorang diri yang merasakan.
Bahkan untuk sekarang, dunia terasa telah menghilang tanpa ada dia dihidupku.
Dengarkan aku! Aku menunggu kamu disini!

0 komentar:

Posting Komentar