Menunggu
Kamu
Ini bukan tentang sebuah kebahagiaan.
Ini tentang sebuah harapan.
Ini tentang sebuah penantian.
Tentang bagaimana rasanya menunggu,
menggantungkan sebuah harapan pada sang waktu.
Sang waktu pun enggan mendengar suara
hatimu.
Seakan menutup telinga, kau hanya sendiri,
berdiri seorang diri.
Apakah aku kesepian?
Itulah yang kurasakan kala pandanganku menatap
ke depan. Aku tau bahwa sebenarnya aku tak pernah beranjak, seolah masih diam
di tempat.
Akhirnya waktu menampar wajahku, menyadarkan
bahwa sebenarnya aku tak pernah berubah, masih sama seperti yang dulu.
Bukan tanpa alasan, dialah yang menjadi
alasanku.
Masih kuingat, tatapan sendu dari matanya dan
senyuman yang terukir di wajahnya.
Kini, ada sebongkah kata rindu yang ingin
terucap. Ada sebuah harapan yang tersembunyi dari kata rindu. Rindu yang
kusimpan seorang diri tanpa bisa kuungkapkan.
Aku hanya tak berani mengatakannya. Hanya saja
rasa takut ini lebih besar daripada rasa rindu yang diam-diam kusimpan tanpa ia
tau.
Selamanya, tak akan pernah tau. Hingga tanpa
jawaban, aku menunggunya tanpa sebab.
Tanpa sebab, aku bahkan membiarkan diriku diselimuti
oleh sebuah penantian. Berawal hanya sebuah harapan, kini berujung dengan
sebuah penantian.
Seperti orang bodoh, aku hanya menggantungkan
sebuah harapan pada sang waktu.
Harapan bahwa kelak aku dapat berjumpa
dengannya yang menyita separuh waktuku dengan mengenang hari-hari pernah
bersamanya.
Harapan bahwa suatu saat akan terkabul dan mengakhiri
dari penantian selama ini.
Rindu ini terasa berat jika hanya kau seorang
diri yang merasakan.
Bahkan untuk sekarang, dunia terasa telah
menghilang tanpa ada dia dihidupku.
Dengarkan aku! Aku menunggu kamu disini!

0 komentar:
Posting Komentar