Seseorang selalu ingin didengar dan punya tempat untuk bercerita. Sedang aku memilih berteman dengan sepi. Di satu ruang aku mampu menumpahkan segala lara yg tak mampu kuutarakan lewat kata. Tak apa, karna ini tentang dia yg membuatku jatuh cinta. Kadang kecewa, kadang juga bahagia. Meski dia sering kali menciptakan mendung dan airmata di langitku. Tapi, aku percaya bukankah akan ada pelangi setelahnya?

Kamis, 10 Mei 2018

Menggapaimu

Mei 10, 2018 Posted by Debby Nuramiruddin No comments

Menggapaimu


Jika menggapaimu semudah yang kubayangkan, sudah kulakukan sejak dulu.
Aku lupa, kau hanyalah sekedar mimpi terbesarku dan aku hanya sebuah bayangan bagimu.
Aku hanyalah bagian dari mimpi-mimpi panjangmu yang tak untuk jadi nyata.
Jika hanya mampu menjadi sebuah bayangan, mengapa rasanya sesakit ini?
Terasa sesak ketika semakin besar hasrat ingin menyentuhmu, hasrat ingin memilikimu seutuhnya.
Walaupun aku melupakan satu hal, bahwa menggapaimu tak semudah merangkai kata tentangmu.
Menggapaimu tak semudah menjatuhkan hati, hanya membuat dada terasa sesak hingga airmata jatuh menetes dipipi.
Bahkan menggapaimu tak semudah menyebut nama dan mengingat wajahmu, memikirkanmu tanpa sebab.
Menggapaimu ternyata sesulit aku memendam rasa dan menahan rindu yang menggebu-gebu.
Lalu, mengapa begitu besar rasa ingin memiliki dirimu?
Mampu menggapaimu hanya sekedar mimpi indah kala kutertidur lelap. Ketika kubangun, berharap kau hadir dan tersenyum kearahku.
Namun, khayalan itu rupanya mesti kubuang-buang jauh, tak perlu kubiarkan membuatku terperosok kedalam mimpi yang terlalu dalam.
Aku memang terlalu bodoh, mengharapkan dirimu untuk sekedar melirikku saja.   
Bisakah sejenak saja melihatku disini?
Ada aku yang menjadi pengagum rahasiamu, menyukai setiap gerak-gerikmu.
Harus kuakui, kehadiranmu ternyata memberikan warna-warna cerah dihidupku dan aku bersyukur akan hal itu.
Walau menggapaimu membutuhkan usaha yang cukup keras, tak mengapa asalkan masih bisa melihatmu dan merasakan bau harum tubuhmu.

0 komentar:

Posting Komentar