Cinta Tak Mungkin Berhenti
Kau egois.
Kau menyebalkan.
Aku mencoba menerima.
Mencoba bertahan.
Tak sekuat dan
setegar itu, terkadang ada rasa lelah juga dalam hati.
Terbesit untuk
melupakan bahkan menyudahi saja semua.
Tapi, terasa sesak
dalam dada ketika perasaan bercampur amarah. Hingga tak mampu berpikir jenih, Hingga
tak terasa airmata menetes dipipi.
Mencoba tak peduli,
menghiraukannya namun suara didalam hati menolak. Kadang kesal sendiri dengan
keadaan hati dan pikiran yang berlawanan. Hati yang terkadang tak bisa diajak
kompromi, saat itulah rasa bimbang menghantui.
Sebal, kecewa, sedih,
marah berkecamuk menjadi satu kala menyendiri seorang diri.
“pergi saja..”
“lupakan dia..”
“cari yang lebih
baik..”
Satu persatu pikiran aneh
bermunculan, menggodaku kala kita bersiteru dan berbeda pendapat namun tak
saling mengalah, menampilkan egonya masing-masing.
Ketika itu, aku ingin
sejenak saja bersandar dibahumu. Turut merasakan beban dihatimu.
Beragumen tentang
siapa yang benar, siapa yang salah, tak akan menyelesaikan masalah, hanya
memperkeruh suasana semakin memanas.
Kadang menghiraukan
ego dan saling bicara dari hati ke hati adalah jalan keluar yang terbaik, tanpa
menyalahkan satu sama lain.
Intinya, kunci suatu
hubungan berjalan baik adalah komunikasi.
Sampai sejauh ini,
selalu ada ruang dihatiku untukmu. Sebesar apapun rasa amarah, rasa kecewa
selalu akan ada tempat tersisa untukmu diruang hatiku.
Walaupun sekian kali
terluka dan menangis, cinta tak mungkin berhenti secepat ketika aku jatuh hati
dan cinta tak mungkin mudah berganti menjadi benci hingga aku harus pergi.
Kurasa aku lelah
mencari sosok yang sempurna itu. Jika bersamamu hidupku terasa sempurna, mengapa
harus kupikirkan cara melepasmu?
Jika hari-hari
tertawa bersamamu terasa bahagia, mengapa aku harus memilih pergi?
Kenyataannya
kehadiranmu sudah menempati ruang dihatiku terlalu dalam hingga tak kuasa
melepasmu pergi.
Jika kehilanganmu
adalah inginku, mengapa aku harus menangis karenamu?
Jika menangis
bersamamu adalah hal yang istimewa, mengapa aku harus siap kehilanganmu?
Dan jika aku bermimpi
hidup berdua denganmu, mengapa harus kucari sosok penggantimu?
Mungkin itu adalah
jawaban mengapa hingga saat ini kita masih bersama. Karena kita sama-sama takut
merasakan kehilangan atau akan ada penyesalan nantinya.
Seberapa banyak
halangan dan rintangan, bisa melewatinya bersamamu adalah tujuanku. Aku masih
ingin terus dan terus berbagi duniaku kepadamu.

0 komentar:
Posting Komentar