Hujan
Ini tentang hujan yang tak sengaja
menahanmu disini. Waktu seakan ingin kuhentikan saja.
Kau seolah banyak bercerita
tentang dirimu yang belum ku tahu. Sedikit yang ku tahu tentang dirimu. Kau
adalah manusia yang berbeda dan sejak ku tahu tentang itu perasaan yang aneh
mulai menghantuiku.
Apakah kau ingat kala kita
menerobos hujan? Derai hujan membasahi kala itu.
Aku lupa akan rasa dinginnya
hujan dan udara malam. Aku lupa akan waktu yang cepat berlalu. Semua itu seakan
hilang dari pikiranku ketika aku bersamamu.
Hujan menciptakan
kebahagiannya sendiri. Ia tahu aku akan mengenang hujan yang turun pada hari
itu. Karena hujan, aku bisa tersenyum dan merasa lebih dekat dengannya.
Manusia itu, tak
henti-hentinya aku bercerita dan mengenangnya.
Hey kau! Kau tau bagaimana
ketika sang waktu membuatku tak berkutik, diam membisu, memandang sosok manusia
dihadapanku.
Seperti mimpi saja,
kehadiranmu membuatku tak tahu harus bagaimana. Apa kau tahu rasanya menjadi
diriku? Aku harus menahan diri, menyembunyikan debaran jantung yang semakin
kencang setiap kali didekatmu.
Bagaimana diriku harus
menyembunyikan gejolak bahagia di dalam hatiku.
Semua itu mempunyai jawaban
yaitu karena dirimu. Tidakkah kau menyadarinya? Bahkan hanya sedikit?
Atau kau sebenarnya tau atau
pura-pura tidak tau. Ku rasa aku tak mempunyai keberanian untuk menanyakan hal
itu padamu.
Tak mengapa, aku bisa
tersenyum sepanjang hari karena hujan menahan dirimu disini. Aku bisa sedikit
melupakan perasaanku. Bukankah harus ku syukuri?

0 komentar:
Posting Komentar