Kamu
yang kutunggu
Sore itu terasa sunyi. Tak ada sayup-sayup
suara. Kesunyian menyita waktuku kala itu.
Aku tengah duduk sendiri, menatap langit senja
dari balik jendela kamarku.
Pernah berada dalam situasi yang kau sebut penantian?
Seperti mencari cinta sejati namun tak kau
temukan.
Ketika kau hanya mampu pasrah hingga berujung
pada suatu penantian yang penuh dengan segelintir harapan.
Ada doa yang terselip di balik penantianmu.
Terkadang, sebuah penantian membutuhkan
kesabaran, bukan?
Butuh waktu lama hingga penantianmu terjawab
sudah.
Kini, aku telah menemukan yang kuimpikan.
Tuhan telah menjawab pintaku. Kamu
dikirimkanNya untuk melengkapi hariku, hari ini hingga nanti.
Kupikir, kamu memang disiapkan Tuhan untuk
menjaga hatiku.
Segala kekurangan dan kelemahan, kau jadikan
cinta.
Aku menemukan dan merasakan kesungguhan dari
hatimu.
Hingga akhirnya kamu menjadi hasrat terindah
yang kumau.
Tanpamu, aku tak lagi bisa tertawa lepas
seperti saat bersamamu, sulit melewati hari-hari dengan biasa. Waktu seolah
berhenti sejenak, tersadar ada kekosongan.
Membayangkannya saja membuat dada terasa sesak.
Perlu kukatakan ternyata kamu adalah yang kutunggu.
Penantianku telah berakhir sejak sosokmu hadir
di hidupku.
Hingga aku membayangkan hal-hal yang indah
bersamamu.
Menghabiskan sisa waktuku bersamamu. Menikmati
secangkir teh hangat di pagi hari.
Bercerita hal apapun tanpa jenuh.
Menikmati makan malam bersama atau sekedar
menonton film kesukaan.
Menjelang waktu tidur, kamu tak segan memelukku
erat hingga pagi menjelang.
Banyak hal yang terlintas di pikiranku, yang
ingin kulakukan bersamamu.
Hingga keinginan terakhirku, kita menua
bersama.
0 komentar:
Posting Komentar