Seseorang selalu ingin didengar dan punya tempat untuk bercerita. Sedang aku memilih berteman dengan sepi. Di satu ruang aku mampu menumpahkan segala lara yg tak mampu kuutarakan lewat kata. Tak apa, karna ini tentang dia yg membuatku jatuh cinta. Kadang kecewa, kadang juga bahagia. Meski dia sering kali menciptakan mendung dan airmata di langitku. Tapi, aku percaya bukankah akan ada pelangi setelahnya?

Minggu, 22 Juli 2018

Rasa yang tepat di waktu yang salah

Juli 22, 2018 Posted by Debby Nuramiruddin No comments

Rasa yang tepat di waktu yang salah


Kini malam terasa indah, banyak bintang di langit.
Sembari kau menggengam jemariku, tatapan mata kita saling beradu.
Kamu tiba-tiba mempertanyakan perasaanku untukmu.
Pertanyaan itu seharusnya tertuju untukmu.
Jangan tanyakan perasaanku, kalau kau saja tak bisa beralih ke arahku.
Jangan tanyakan perasaanku, kalau ketika denganku kau masih bersamanya.
Jangan tanyakan perasaanku, kalau hatimu hanya setengah untukku.
Hidup memang sebuah pilihan, bukan?
Aku memilih bersamamu, walau ku tau setengah hatimu juga untuk dia.
Lalu, untuk apa semesta mengirimkan dirimu untukku? Untuk apa kau datang di sisiku?
Mengapa Tuhan merencanakan semua ini?
Sungguh, bukan ini yang aku mau.
Kita tampak berjalan beriringan tapi sebenarnya tidak.
Kamu dan aku adalah rasa yang tepat namun di waktu yang salah.
Pergi saja kamu dariku. Berikan sedikit waktu untuk mengerti yang tak ku mengerti.
Bukan maksudku menyakitimu, namun tak semudah itu melupakanmu begitu saja.
Biar ku bunuh saja perasaan yang kuberikan untukmu.
Meski berat melangkah tanpa dirimu, hanya saja hatiku belum siap untuk terluka.

0 komentar:

Posting Komentar