Seseorang selalu ingin didengar dan punya tempat untuk bercerita. Sedang aku memilih berteman dengan sepi. Di satu ruang aku mampu menumpahkan segala lara yg tak mampu kuutarakan lewat kata. Tak apa, karna ini tentang dia yg membuatku jatuh cinta. Kadang kecewa, kadang juga bahagia. Meski dia sering kali menciptakan mendung dan airmata di langitku. Tapi, aku percaya bukankah akan ada pelangi setelahnya?

Minggu, 17 Juni 2018

Hari Lebaran

Juni 17, 2018 Posted by Debby Nuramiruddin No comments

Hari Lebaran


Lebaran hanya menghitung hari. Lantunan “lebaran sebentar lagi” sudah banyak diperdengarkan.
Sudah banyak yang tak sabar menanti.
Setelah menjalankan puasa selama satu bulan penuh, hari lebaran merupakan hari kemenangan bagi setiap orang.
Jadi tak jarang, anak-anak juga merasa antusias menyambut hari kemenangan. Petasan dan kembang api juga ikut meriahkan, seperti malam tahun baru saja.
Jauh-jauh hari sudah mempersiapkan menjelang hari lebaran. Baju lebaran hingga kue lebaran sudah menjadi tradisi yang tidak ketinggalan di hari lebaran.
Ketupat, Opor ayam, rendang sudah menjadi makanan tradisi di hari lebaran.
Orang-orang mengumandangkan takbir. Suara takbir bergemuruh dimana-mana.
Di jalan penuh orang-orang berangkat mudik. Tak heran kemacetan dimana-mana bahkan menjelang hari lebaran. Semua kembali pulang ke kampung halaman, melepas rindu kepada keluarga nan jauh disana.
Suasana lebaran memang sangat kental. Kumpul bersama keluarga sudah menjadi bagian yang tak terpisahkan dari suasana lebaran.
Mungkin bagi sebagian orang terlihat biasa, namun apabila kau ingin melihat pemandangan berbeda,  keluarga besar berkumpul hanya di hari lebaran.
Itulah istimewanya hari lebaran bagi sebagian orang. Tak heran, banyak orang rela pergi dari Jakarta ke kampung halamannya untuk menyaksikan momen berharga dan bahagia itu.
Memang banyak cerita yang dapat diceritakan pada suasana lebaran.
Dimulai pada pagi hari, bangun lebih awal, mandi dan memakai wangi-wangian, lalu berbondong-bondong pergi ke masjid dekat rumah untuk menunaikan sholat Idul Fitri.
Setelah sholat, tak lupa saling bersalaman dan bermaaf-maafan dengan yang lain. Saling memaafkan kesalahan dan memulai awal yang baru menjadi pribadi yang lebih baik.
Setelah dari masjid, kembali ke rumah, bermaaf-maafan dengan orang tua, adik, kakak dan sanak saudara. Tak lupa ke rumah tetangga untuk saling silaturahmi.
Hidangan lebaran siap disantap bersama. Mudah menciptakan bahagia yang sederhana, terutama di hari lebaran.
Suasana lebaran seakan tak bisa tergantikan dan seolah-olah hanya bisa dirasakan sekali setahun. Momen terindah itu tak banyak bisa dirasakan oleh kebanyakan orang.
Jadi, banyak-banyaklah bersyukur ketika kehangatan keluarga masih bisa dirasakan. Karena memang benar, harta yang paling indah adalah keluarga.
Cerita di hari lebaran memang mempunyai arti sendiri. Akan ada waktu dimana kita akan merindukan suasana lebaran.

0 komentar:

Posting Komentar