Pesan singkatku diabaikan
Kau diam. Pesan singkatku tak kau hiraukan.
Sepatah kata
membuatmu membisu. Sebuah kata yang kau kira lelucon, ku tanggapi serius
membuat hening suasana. Hanya sebuah kata saja membuat kita merasa kecewa.
Tidakkah kau
percaya bahwa aku tak berkata yang sesungguhnya?
Aku hanya
menimpali kata yang ku pikir serius, namun tak sama yang dirasakan hatiku.
Sudah ku
katakan yang sebenarnya, namun tak juga membuatmu mengatakan hal yang serupa.
Aku pikir, kau sudah terlanjur
kecewa. Begitu menyebalkannya diriku hingga kau mengacuhkan pengakuanku.
Aku tak berkata yang sesungguhnya. Sampai saat ini dan sejauh ini,
kau lah yang menjadi alasanku tersenyum, cemberut, sedih hingga menangis.
Bukankah itu
cukup membuktikan bahwa kehadiranmu sudah bersemayam terlalu dalam di hatiku
dan betapa kau sangat berarti.
Aku memang
tak mampu membuktikan, hanya lewat kata aku mampu melukiskan perasaan yang
tercipta untukmu.
Beginilah aku, aku yang memang aneh bagimu.
Kau yang
menyebalkan bagiku namun, kau adalah manusia yang paling ku rindukan saat tak
ku terima sapaanmu dan tak ku jumpai hadirmu.
Kau memang
bukan pujangga, yang pandai merangkai kata cinta tapi ku tahu kau sepenuhnya
mencintai dan menyayangiku.
Dalam setiap
doaku, selalu ku sebut namamu dan selalu ku pinta padaNya “utuhkan rasa cinta
dihatinya hanya untuk diriku”.
Jangan pernah
berubah rasamu terhadapku.
Aku akan terus mencari dan terus mencari sosokmu ketika merasa
kehilangan.
Hingga aku tanpa lelah bertahan pada cinta yang seperti ini.
Aku rela
menunggu. Carilah aku dan sapa diriku ketika aku memang tengah menunggu
seseorang, yaitu dirimu.
0 komentar:
Posting Komentar