Tak bisa bersama
Sore itu hujan masih setia, belum reda juga
Kakiku masih enggan melangkah rupanya..
Ketika aroma basah hujan lebih menggoda, aku menghiraukannya
Seseorang dengan sepatu lusuhnya, menyapa tanpa sepatah kata
Bagaimana bisa hanya dengan senyuman, aku terpikat begitu dalam?
Meresahkan, kapan aku bisa melihatmu dengan nyaman?
Parasmu yang menawan selalu terngiang-ngiang di waktu malam
Apakah mungkin menghindarimu tanpa perlawanan?
Kamu mengisi hari-hariku yang tak selalu indah, tanpa disadari aku sendiri lengah
Ruang yang telah lama kubiarkan sendiri, mendadak memiliki penghuni
Aku jatuh hati dengan caranya bicara, tertawa dan aroma tubuhnya
Aku suka tiap kali matanya menatapku, caranya memanggil namaku
Semua yang ia lakukan, memang paling bisa membuatku terkesan
Ia seolah membawaku jatuh ke dalam lubang berisi harapan
Bahwa yang mustahil, bisa menjadi mungkin
Tapi, sejenak aku takut bermimpi yang bukan-bukan
Dari banyaknya manusia, mengapa kamu orangnya? Mengapa harus dirimu yang tak kusangka?
Apakah semesta sengaja mempertemukan?
Mengapa kamu menjadi orang yang sangat menyenangkan?
Ataukah semesta sedang bercanda?
Tapi, mengapa di dekatmu bahagia begitu hebat rasanya?
Apakah kamu juga merasakan demikian?
Setiap bersamanya satu hal yang aku lupakan
Akankah Tuhan menyatukan dua insan walau berbeda keyakinan?
Jika mendoakan cara terakhir yang kubisa, mungkinkah berujung di amin yang sama?
Tuhan maha pendengar yang baik, bukan? Mengapa sulit bagiku menghapusnya dari ingatan?
Jika aku dengannya memiliki keyakinan yang sama, apakah semesta menakdirkan bersama?
Sekeras apapun mencoba, ada yang mesti dikorbankan dan kita sama-sama tau kisah ini berakhir tak bahagia..
Karena sejak awal aku dengannya tak bisa bersama..

0 komentar:
Posting Komentar