Seseorang selalu ingin didengar dan punya tempat untuk bercerita. Sedang aku memilih berteman dengan sepi. Di satu ruang aku mampu menumpahkan segala lara yg tak mampu kuutarakan lewat kata. Tak apa, karna ini tentang dia yg membuatku jatuh cinta. Kadang kecewa, kadang juga bahagia. Meski dia sering kali menciptakan mendung dan airmata di langitku. Tapi, aku percaya bukankah akan ada pelangi setelahnya?

Kamis, 03 Januari 2019

Desember

Januari 03, 2019 Posted by Debby Nuramiruddin No comments

Desember


Desember? Ada cerita apa di bulan desember? Apakah terjadi sesuatu yang istimewa? Ya begitulah, bukan perihal satu atau dua perkara, bulan desember kali ini berbeda dari sebelumnya. Desember kali ini terdapat awal dari sebuah cerita sedih dan kecewa yang tak mampu diungkapkan, emosi yang tak tertahan, tangis yang tak berkesudahan dan sebuah akhir bahagia yang tercipta. Selain itu, di bulan desember usiaku bertambah satu. Dahulu aku yang masih kanak-kanak begitu bahagianya ketika mendekati hari bahagia itu, berharap mendapatkan banyak hadiah. Namun, seiring berjalannya waktu rasa itu semakin pudar dan sudah menjadi hal biasa ketika usiamu bertambah satu. Hadiah berupa sebuah doa saja sudah cukup rasanya.
Desember ini, banyak pembelajaran yang aku terima. Bahkan ada cerita sedih di bulan desember. Tangisku tak berkesudahan bahkan ketika aku memejamkan mata sekalipun. Seperti bermimpi buruk, aku berharap cepat terbangun. Tapi sayang itu bukanlah bunga tidur, melainkan kenyataan yang mesti kuhadapi seorang diri. Dari luar aku memang tampak cuek, tak peka terhadap lingkungan, namun hatiku sangat sensitif ketika seseorang terdekatku berhasil menyakiti atau mematahkan hatiku. Aku akan menjadi manusia terbodoh di dunia, menangis dan menyalahkan diriku sendiri.  
     Bila kuingat kembali hari itu, keadaanku memang benar-benar terpuruk saat itu. Saat aku berhasil bangkit namun, sebuah kata-kata saja mampu menggoyahkan diriku dan membuatku terjatuh lagi. Terkadang, dari hanya sebuah kata mampu menusuk hatimu, sulit terlupakan dan mungkin akan terus terkenang. Kata-katanya membuatku tak kuasa menyalahkan diriku habis-habisan dan menangis sepanjang malam, berharap mimpi ini berkesudahan. Jika belum, aku berharap mempunyai kantong milik doraemon dan akan kukeluarkan pintu kemana saja, pintu untuk kembali ke waktu itu. Jika aku bisa kembali dan memperbaiki waktu yang sudah berlalu, akan aku lakukan. Tapi nyatanya hari itu menangis adalah satu-satunya yang bisa kulakukan ketika aku sendiri tak mampu mengendalikan diri.
        Apakah aku melakukan kesalahan besar? Apakah aku melakukan sebuah dosa besar? Jika menurutnya aku salah, apakah aku pantas diperlakukan seperti itu? Mengapa ia tak berperasaan? Bukankah setiap manusia mempunyai hati. Apakah ia tak punya hati dan tak peduli pada perasaanku?
Saat itu, dunia memang sedang tidak berpihak padaku. Butuh waktu lama menenangkan diri. Tapi, malam itu aku tak merasa sendirian. Kau hadir dari balik sambungan telepon itu, mendengar isak tangisku yang menjadi-jadi dan berusaha menenangkan diriku. Malam itu, aku bersyukur memilikimu di sampingku. Hingga keesokkan harinya, kamu mengajak bertemu. Kau yang sedikit kata hari itu, akulah yang banyak bicara, menumpahkan kesedihan dan kekesalanku yang menumpuk.
          Kau tau apa yang paling nyaman ketika kamu menangis dan ingin melampiaskan seluruh emosimu? Sebuah pelukan dari seseorang adalah hal paling nyaman untuk meredakan emosimu. Kala itu kau memelukku begitu erat, menghapus airmata yang jatuh di pipiku. Kau membuatku di posisi ternyaman setelah melewati malam yang kelam. Tuhan mendengarkan pintaku, ia menghadirkan dirimu untuk menemani kala bahagia ataupun sedih dan menghapus airmataku. Entah bagaimana jadinya jika kala itu aku menghadapinya sendirian tanpa adanya pelukan darimu. Sedikit juga menyadarkanku, bahwa aku tak sendirian. Selain Tuhan disampingku, kehadirannya menjadi pelengkap hidupku.
      Lalu bagaimana setelah hari itu? Aku yang hari ini menjadi jauh lebih baik. Aku tak mau lagi mengingat kembali dan bahkan sampai hari ini aku ingin menghapus kenangan buruk itu. Tak cuma kenangan buruk, kenangan baik pun terjadi di bulan desember. Seperti yang kukatakan di awal, usia ku bertambah dan hal-hal istimewa apa yang terjadi pada hari itu? Tidak ada yang begitu sangat istimewa sampai aku tak bisa tidur memikirkannya. Hanya saja, ini tahun kedua aku melewati hari bahagiaku bersamanya. Pada tgl 28, kau menemuiku di tempat itu. Diam-diam, aku memasuki mobilmu dan dengan wajah tersenyum kau memberikan sebuah kantong dan mengucapkan selamat ulang tahun. Kantong itu berisi kue ulang tahun dengan tulisan yang salah, lilin yang belum terpasang dan tanpa korek ditambah tanpa hadiah.
         Dia bukanlah sosok laki-laki dengan hal-hal romantis. Laki-laki dengan kata-kata sederhana tapi aku menyukainya. Hal yang tak dilupakan, ia memelukku dan kemudian menciumku. Bagiku, hadiah terindah di hidupku adalah pertemuan ajaib dengannya hingga sampai hari ini aku masih bersamanya dan akan terus bersama. Itulah keinginan sederhanaku di usiaku yang bertambah hari itu, selain keinginan mendapatkan pekerjaan impian. Setelah itu, meluncur ke sebuah mall untuk mewujudkan keinginanku. Kau tau apa yang paling kuidam-idamkan sejak dulu ketika usiaku bertambah? Keinginanku mungkin sedikit aneh, aku hanya menginginkan boneka beruang besar, pemberian seseorang yang istimewa di hatiku.
        Hari itu ia mencoba mewujudkannya. Walaupun terkesan mendadak, aku menghargai usahanya. Ia mengajakku dan membelikan boneka beruang besar yang kuinginkan. Alhasil aku mendapatkannya dan menjadi sangat bahagia seperti anak kecil. Ia bahkan bisa melihat rona bahagia terpancar di wajahku. Hari itu benar-benar istimewa dan terindah di hidupku. Sekarang, aku tak lagi tidur sendirian. Boneka beruang itu akan menemani kala malam dingin menyelimutiku. Boneka beruang itu akan menjadi teman tidurku kala aku tiba-tiba merindukanmu. Boneka beruang itu akan kujaga bersama barang-barang pemberianmu yang lain.
Hal yang terpenting yang ingin kusampaikan adalah aku akan terus menuliskan banyak kenangan bersamamu di tahun mendatang dan seterusnya. Hal yang kuharapkan adalah kita masih bersama-sama tanpa kekurangan satu sedikitpun, mewujudkan impian bersama. Tanpa melihat ke belakang atau yang sudah berlalu dan bangkit menatap masa depan, menggapai dan membuktikan pada dunia bahwa aku bisa melewati hari-hari ke depan, bahkan hari buruk sekalipun. 

0 komentar:

Posting Komentar