Seseorang selalu ingin didengar dan punya tempat untuk bercerita. Sedang aku memilih berteman dengan sepi. Di satu ruang aku mampu menumpahkan segala lara yg tak mampu kuutarakan lewat kata. Tak apa, karna ini tentang dia yg membuatku jatuh cinta. Kadang kecewa, kadang juga bahagia. Meski dia sering kali menciptakan mendung dan airmata di langitku. Tapi, aku percaya bukankah akan ada pelangi setelahnya?

Jumat, 14 September 2018

Temanku adalah Jodohku

September 14, 2018 Posted by Debby Nuramiruddin No comments

Temanku adalah Jodohku



Jodohku?
Siapa yang tau akan jodoh?
Siapa yang tau “siapa yang akan menjadi jodohmu”.
Tak ada seorang pun di dunia yang tau.
Jodoh, sebuah rahasia Tuhan. Seperti yang Ia tuliskan, setiap manusia mempunyai jodohnya masing-masing. 
Kata jodoh seolah menjadi misteri, atau seperti teka-teki yang tak bisa dipecahkan, seolah tak mempunyai jawaban pasti.
Jodoh sama seperti saat kita sedang menunggu bis. Ditunggu atau tak ditunggu, datang atau tak kunjung datang, pada akhirnya ia akan tiba di pemberhentian yang tepat.
Siapapun ingin memiliki jodoh yang terbaik atau sesuai pilihan di hati. 
Itulah yang kualami saat ini.
Awalnya tak pernah terpikirkan atau bahkan terselip di hati, kamu yang akan menjadi jodohku.
Takdir membuat kita berteman, walau kala itu hanya teman biasa.
Seorang teman yang dulu dianggap seperti teman biasa, kini menjadi teman hidupmu.
Hari itu dengan penuh kemantapan hati, ia membuat sebuah komitmen yang tak disangka-sangka.
Bukan hanya sekedar untaian kata, kini kau wujudkan menjadi nyata.
Dirimu yang sama sekali tak pernah terpikirkan, menjadi yang paling dinantikan.
Aku tak pernah berencana bahkan bermimpi sekalipun menjadi pendampingmu nanti.
Hanya pernah terlintas memimpikanmu sesaat yang ternyata aku ada dalam mimpi-mimpi panjangmu.
Hanya pernah merasakan sesuatu yang ternyata kamu juga merasakan hal yang sama.
Terlepas bagaimana takdir mengubah jalan hidupku, Tuhan juga seakan mempunyai skenario lain untuk hidupku.
Rencana Tuhan tak bisa kupungkiri. Sungguh luar biasa, di luar kendaliku yang hanya menjadi pemain dalam cerita, sementara Ia adalah sutradara, penentu awal dan akhir dari cerita.
Seolah menjadi wanita paling bahagia di dunia.
Rasa syukur tak henti terucap bersamaan rasa bahagia memiliki dia.
Memimpikan hidup bersamamu, berbagi suka dan duka adalah keinginan.
Caramu yang membuat hatiku teryakinkan memantapkan hati menuju dan mengucap janji suci pernikahan.
Kau tak perlu gugup mengucapkan janji suci di depan sang penghulu.
Seperti di lautan lepas, lantangkan suaramu di sela-sela derai kencang dari suara ombak, katakan bahwa kamu bahagia memilikiku.
Aku menunggu dan harap-harap cemas menantikan babak baru di hidupku.
Hanya selangkah lagi menuju hari bahagia dan aku akan menjadi sepenuhnya milikmu, begitu juga denganmu.
Aku yang terbiasa melakukan segala hal sendiri, akan terasa menyenangkan bisa melakukan itu bersamamu.
Itu adalah salah satu nikmat Tuhan, menciptakan manusia berpasang-pasangan untuk saling menjaga dan melengkapi.

Tulisan ini kupersembahkan untuk seorang teman, saat sama-sama menempuh pendidikan di perguruan tinggi yang sama J

0 komentar:

Posting Komentar