Seseorang selalu ingin didengar dan punya tempat untuk bercerita. Sedang aku memilih berteman dengan sepi. Di satu ruang aku mampu menumpahkan segala lara yg tak mampu kuutarakan lewat kata. Tak apa, karna ini tentang dia yg membuatku jatuh cinta. Kadang kecewa, kadang juga bahagia. Meski dia sering kali menciptakan mendung dan airmata di langitku. Tapi, aku percaya bukankah akan ada pelangi setelahnya?

Jumat, 14 Oktober 2016

Kisah Si Gadis bodoh

Oktober 14, 2016 Posted by Debby Nuramiruddin No comments

Kisah Si Gadis bodoh..


Gadis ini sangat bodoh bahkan untuk dalam segala hal. Bagaimana tidak, ia bahkan tidak bisa mengurus dirinya yang terlihat bodoh dengan pikiran yang bodoh.

Bodoh.. bodoh.. dan bodoh.. itulah dia.

Masih saja gadis itu menunggu seseorang dengan bodohnya. Menunggu untuk seberapa lama? Mungkin ia berharap seseorang itu akan melirik, berbalik dan berlari ke arahnya? Apakah itu mungkin?
Ia sungguh bodoh menghabiskan waktu hanya untuk memikirkan manusia yang bahkan memikirkannya saja, ia tidak tahu. Bagaimana perasaan manusia itu pada gadis itu, gadis itu saja tak pernah tahu.
Yang ia tahu, dari pikiran dan hatinya yang bodoh, berkata bahwa manusia itu juga mempunyai perasaan yang sama dengannya, apakah itu masuk akal?
Iya, perasaan ‘jatuh cinta’. Gadis itu berdebar-debar setiap kali berada didekat manusia itu. Dengan tampang bodohnya, ia mencoba mencari perhatian, mengganggunya kala ia sedang serius, tak mengapa asalkan gadis bodoh itu bisa membuatnya tertawa menyebalkan. Manusia itu terlalu serius dengan dunianya. Gadis bodoh itu beranggapan asalkan ia bisa membuat manusia itu menjadi sedikit santai, membuatnya tertawa dan melihat senyumnya yang menggelikan, itu sudah cukup. Keinginannya tak sulit. Bisa seperti itu setiap hari, sudah membuat gadis bodoh itu bahagia setengah mati.

Bukankah ia sangat bodoh, bukan? Ia terlalu naif.

Apakah gadis itu hanya bermimpi? Apakah ia tidak berpikir bahwa ia sangat bodoh, mengkhayal tinggi bisa bersanding dengan manusia itu?
Apakah ia sedang mengkhayal menjadi cinderella dan pangeran akan menjemputnya? Padahal ia tahu, pangeran itu sungguh tidak akan menjemputnya walaupun ia menunggu untuk waktu yang lama.
Ia tidak perlu bermimpi sejauh itu. Upik abu akan tetap menjadi upik abu, tidak akan berubah menjadi cinderella bahkan hanya untuk semalam. Lalu, setelah jam 12 malam, ia akan kembali menjadi upik abu lagi.

Hei, sadarlah dan bangunlah dari tidurmu, gadis bodoh!

Untuk alasan apa kau menunggu manusia itu? Untuk mengetahui jawaban atas pertanyaan bodoh dihatimu itu? Itu tidaklah mungkin. Mengertilah, kau dan manusia itu sangatlah berbeda. Cerita happy ending hanya ada di film dan dongeng, bukan dikehidupan nyata.
Gunakanlah waktumu yang berharga untuk hal yang berguna daripada kau hanya memikirkan manusia itu.
Kalau kau sungguh ingin tahu, mengapa kau tidak menemuinya dan bertanya? Bukankah itu lebih baik? Kau tidak akan terlalu berharap darinya. Dan pastinya, kau tidak akan menunggu lama untuk hal yang tidak pasti.
Selain bodoh, ia juga tidak mempunyai nyali yang besar untuk menemui manusia itu. Walaupun ia sendiri tahu, manusia itu juga tidak akan sungkan bila bertemu dengannya.

Benar-benar tidak salah kan, bila ia kusebut dengan ‘gadis bodoh’.

Aku juga tidak terlalu menyalahkan dia. Bahkan menyalahkan rasa yang bersemayam dihatinya. Aku tahu bagaimana menjadi seorang ‘gadis bodoh’. aku mengerti bila posisinya seperti itu. Itu tidak mudah, bukan?
Dengan pandainya, ia mampu menyembunyikan perasaan itu tanpa seorang pun tahu. Ia mampu bersikap wajar dan apa adanya didepan banyak orang ketika bersama manusia itu. Orang-orang pun tidak akan percaya dan menyangka bahwa ia merasakan sesuatu yang istimewa terhadap manusia itu.
Mereka tidak tahu, bahkan manusia itu juga tidak akan tahu, bagaimana keras usahanya untuk mencoba menahan diri ketika bersamanya, mencoba untuk bersikap wajar agar tidak terlihat seperti orang yang sedang jatuh cinta.
Bagaimana gadis bodoh itu menahan diri setiap kali jantungnya berdebar-debar saat berpapasan, berbicara, tertawa bahkan saat berdua dengannya.
Kadang gadis itu bertanya, apakah manusia itu dapat mendengar debaran jantungnya yang begitu hebat? Namun, lagi-lagi ia pandai menyembunyikan hal seperti itu.

Tidak habis ku pikir, ia bisa melakukannya dengan baik.

Berkali aku bertanya, ‘hei gadis bodoh sampai kapan kau menunggu manusia itu?’

Tidakkah kau berpikir, kau sangat bodoh dan bertindaklah jangan seperti orang bodoh. Golongan manusia seperti dia bisa kau temukan dimuka bumi ini. Miliyaran manusia yang tinggal dibumi ini, bukan hanya dia.
Jadi, jangan sia-siakan waktumu yang berharga, hanya untuk seseorang yang bahkan memikirkanmu saja tidak. Waktumu sangat berharga, bahkan terlalu berharga untuk berharap pada manusia aneh itu.

Atau jika kau tidak menerima saranku yang pertama, maka lakukanlah hal ini. 

Temui dia dan katakan padanya. Bukankah itu tidak sulit? Kau hanya perlu memberanikan dirimu, jangan hanya diam karena ia tidak akan pernah tahu perasaanmu padanya. 
Beranikan dirimu, jangan hanya menjadi pemain latar, jadilah pemeran utamanya yang bersemi dipanggung, bukan dibalik layar.

Gadis bodoh itu begitu merindukan sosok manusia itu. Hari-harinya hampa tanpa mendengar tawa dan melihat tingkahnya yang menyebalkan. Sangat sulit, memendam rasa rindu itu tanpa bisa mengungkapkannya.

Berbuatlah sesuatu, gadis bodoh! Jangan hanya diam! 

Kau tidak akan pernah tahu bila kau tidak mencobanya. Kau ingin tahu semua yang ingin kau tahu, bukan?

Ia tidak akan pernah tahu kalau kau tidak memberitahunya. Dan mungkin apa yang hatimu rasakan selama ini, benar atau akan ada suatu keajaiban nantinya.


Aku percaya akan hal itu.

0 komentar:

Posting Komentar