Seseorang selalu ingin didengar dan punya tempat untuk bercerita. Sedang aku memilih berteman dengan sepi. Di satu ruang aku mampu menumpahkan segala lara yg tak mampu kuutarakan lewat kata. Tak apa, karna ini tentang dia yg membuatku jatuh cinta. Kadang kecewa, kadang juga bahagia. Meski dia sering kali menciptakan mendung dan airmata di langitku. Tapi, aku percaya bukankah akan ada pelangi setelahnya?

Jumat, 20 Juni 2014

Tugas Softskill 1 "Akuntansi Internasional"

Juni 20, 2014 Posted by Debby Nuramiruddin No comments

NAMA           : DEBBY NUR
NPM               : 21210725
KELAS          : 4EB09

1.      Mengapa ada investor asing masuk kedalam perusahaan itu?
Perusahaan tidak mempunyai investor asing.

2.      Prinsip akuntansi yang digunakan oleh perusahaan tersebut atau perusahaan yang diteliti?
Kebijakan akuntansi dan pelaporan yang dianut perusahaan dan entitas anak disusun berdasarkan prinsip akuntansi yang berlaku umum di Indonesia. Kebijakan akuntansi yang signifikan diterapkan secara konsisten dalam penyusunan laporan keuangan konsolidasian untuk tahun akhir periode.
a.       Dasar penyajian laporan keuangan konsolidasian
Laporan keuangan konsolidasi sesuai dengan SAK dan PSAK. Kebijakan akuntansi dalam penyusunan laporan keuangan konsolidasian adalah selaras dengan kebijakan akuntansi yang dibuat dalam penyusunan laporan keuangan konsolidasian. Laporan keuangan konsolidasian disusun berdasarkan basis akrual dengan menggunakan konsep biaya historis. Laporan arus kas konsolidasian menyajikan arus kas yang diklasifikasikan dalam aktivitas operasi, investasi, dan pendanaan. Arus kas dari aktivitas operasi disajikan dengan metode langsung. Mata uang pelaporan dan mata uang fungsional yang digunakan laporan keuangan konsolidasian adalah rupiah (Rp).
b.      Prinsip-prinsip konsolidasi
Laporan keuangan konsolidasian perusahaan meliputi persentase kepemilikan lebih dari 5%. Seluruh transaksi material dan saldo akun antar perusahan telah dieliminasi. Entitas anak dikonsolidasi secara penuh sejak tanggal akuisisi yaitu tanggal perusahaan memperoleh pengendalian sampai dengan tanggal entitas induk kehilangan pengendalian.
c.       Kombinasi bisnis
Perusahaan dan entias anak telah menerapkan PSAK No. 22 (Revisi 2010) “Kombinasi Bisnis”. Kombinasi bisnis dicatat dengan menggunakan metode akuisisi.
d.      Bagian partisipasi dalam ventura bersama
Perusahaan memiliki bagian partisipasi dalam ventura bersama dengan entitas pengendalian bersama yang telah sesuai dengan PSAK No. 12 (Revisi 2009) tentang “Bagian Patisipasi dalam Ventura Bersama”.
e.       Setara kas
Deposito berjangka dalam jangka waktu 3 bulan atau kurang sejak tanggal deposito yang tidak dibatasi penggunaannya atau tidak digunakan sebagai jaminan atas hutang dan diklasifikasikan sebagai setara kas.
f.       Investasi pada entitas asosiasi
Investasi pada entitas asosiasi diukur dengan menggunakan metode ekuitas.
g.      Penyisihan penurunan nilai
Penyisihan penurunan nilai ditentukan berdasarkan instrumen keuangan.
h.      Transaksi dengan pihak-pihak berelasi
Perusahan dan entitas melakukan transaksi dengan pihak-pihak berelasi sesuai dengan PSAK No. 7 (Revisi 2010) tentang “Pengungkapan Pihak-pihak Berelasi”.
i.        Persediaan
Persediaan dinyatakan sebesar nilai yang lebih rendah antara biaya perolehan dan nilai realisasi. Biaya perolehan ditentukan dengan menggunakan metode rata-rata tertimbang.
j.        Biaya dibayar dimuka
Biaya dibayar dimuka diamortisasi berdasarkan masa manfaat dengan menggunakan metode garis lurus.
k.      Tanah yang belum dikembangkan
Tanah yang belum dikembangkan dinyatakan sebesar nilai yang lebih rendah antara biaya perolehan atau nilai realisasi neto.
l.        Asset tetap
Efektif tanggal 1 januari 2012 perusahaan dan entitas anak menerapkan PSAK No. 16 (Revisi 2011) tentang “Aset Tetap”.
m.    Property investasi
Efektif tanggal 1 januari 2012 perusahaan dan entitas anak menerapkan PSAK No. 13 (Revisi 2011) tentang “Properti Investasi”.
n.      Sewa
Efektif tanggal 1 januari 2012 perusahaan dan entitas anak menerapkan PSAK No. 30 (Revisi 2011) tentang “Sewa”.
o.      Kapitalisasi biaya pinjaman
Efektif tanggal 1 januari 2012 perusahaan dan entitas anak menerapkan PSAK No. 26 (Revisi 2011) tentang “Biaya Pinjaman”.
p.      Penurunan nilai asset non-keuangan
Pada setiap tanggal pelaporan perusahaan dan entitas anak menilai apakah suatu asset mengalami penurunan nilai. Jika terjadi penurunan nilai pada saat pengujian penurunan untuk nilai asset tidak berwujud dengan umur manfaat tidak terbatas, atau asset tidak berwujud yang belum dapat digunakan diperlukan, maka perusahaan dan entitas anak membuat estimasi jumlah terpulihkan atas asset tersebut.
q.      Biaya penerbitan saham
Biaya-biaya yang terjadi sehubungan dengan penerbitan modal saham disajikan sebagai pengurang atas agio saham.
r.        Pengakuan pendapatan dan beban
Pendapatan dari penjualan real estate diakui berdasarkan PSAK No. 44 tentang “Akuntansi Aktivitas Pengembangan Real Estate”.
s.       Imbalan kerja
Efektif tanggal 1 januari 2012 perusahaan dan entitas anak menerapkan PSAK No. 24 (Revisi 2011) tentang “Imbalan Kerja”.
t.        Transaksi dan saldo dalam mata uang asing
Efektif tanggal 1 januari 2012 perusahaan dan entitas anak menerapkan PSAK No. 10 (Revisi 2011) tentang “Pengaruh Perubahan Kurs Valuta Asing”.
u.      Provisi
Provisi diakui jika perusahaan dan entitas anak memiliki liabilitas kini baik bersifat hukum maupun konstruktif yang akibat peristiwa masa lalu besar kemungkinan penyelesaian kewajiban tersebut mengakibatkan arus keluar sumber daya yang mengandung menfaat ekonomi dan estimasi andal mengenai total liabilitas tersebut dapat dibuat.
v.      Pajak penghasilan
Efektif tanggal 1 januari 2012 perusahaan dan entitas anak menerapkan PSAK No. 46 (Revisi 2011) tentang “Pajak Penghasilan”.
w.    Instrument keuangan
Efektif tanggal 1 januari 2012 perusahaan dan entitas anak menerapkan PSAK No. 50 (Revisi 2011) tentang “Instrumen Keuangan: Penyajian”, PSAK No. 55 (Revisi 2011) tentang “Instrumen Keuangan: Pengakuan dan pengukuran” dan PSAK No. 60 tentang “Instrumen Keuangan: Pengungkapan”.
x.      Laba per saham
Efektif tanggal 1 januari 2012 perusahaan dan entitas anak menerapkan PSAK No. 56 (Revisi 2011) tentang “Laba per saham”.
y.      Pelaporan keuangan
Segmen operasi perusahaan dan entitas anak yang terlibat dalam aktivitas bisnis yang memperoleh pendapatan dan menimbulkan beban, hasil operasinya dikaji ulang secara regular oleh pengambil keputusan operasional perusahaan dan entitas anak untuk membuat keputusan tentang sumber daya yang dialokasikan pada segmen tersebut dan menilai kinerjanya, tersedia informasi keuangan yang dipisahkan.
z.       Transaksi entitas sepengendali
Akuisisi atau pengalihan saham antara entitas sepengendali dicatat sesuai dengan PSAK No. 38 (Revisi 2004) tentang “Akuntansi Restrukturisasi Entitas Sepengendali”.

3.      Siapa periksa kantor akuntan serta pendapatnya apa?
Laporan keuangan konsolidasi perusahaan diaudit oleh kantor akuntan publik (KAP) Purwantono, Suherman dan Surja, anggota dari Ernst dan Young meliputi jasa audit perusahaan dan anak perusahaan.
Pendapatnya adalah:
Berdasarkan audit dan laporan auditor independen lain, laporan keuangan konsolidasian menyajikan secara wajar dalam semua hal yang material, posisi keuangan PT. Summarecon Agung Tbk dan Entitas Anak pada tanggal 31 desember 2012 dan 2011 dan 1 januari 2011/31 desember 2010, serta hasil usaha dan arus kas untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 desember 2012 dan 2011 sesuai dengan Standar Akuntansi Keuangan di Indonesia.

4.      Struktur permodalan?
Berikut adalah struktur permodalan perusahaan yang terdiri dari modal saham dan tambahan modal disetor yang diperoleh perusahaan.
Dibawah ini modal saham dengan rincian pemegang saham perusahaan tanggal 31 desember 2012 sebagai berikut:
 

Dan dibawah ini modal saham dengan rincian pemegang saham perusahaan tanggal 31 desember 2011 sebagai berikut:

Pada tahun 2012 perusahan meningkatkan modal saham dari Rp 1.000.000.000 (10.000.000.000 saham) menjadi Rp 2.500.000.00 (25.000.000.000 saham). Tujuan pengingkatan modal saham tersebut adalah untuk modal kerja dalam rangka pengembangan usaha perusahaan.

Sedangkan tambahan modal disetor yang diperoleh perusahaan adalah sebagai berikut:
Tambahan modal disetor pada tanggal 31 desember 2012 yang berasal dari:

Agio saham, kelebihan jumlah yang diterima dan nilai saham yang tercatat dan waran konversi atas nilai nominal saham yang dikeluarkan dikurangi semua biaya penerbitan saham dan waran.
Agio saham lainnya, kelebihan nilai tercatat dari pembagian deviden dalam bentuk saham atas nilai nominal saham yang dikeluarkan.
Selisih nilai transaksi entitas sepengendali, selisih yang timbul antara nilai akuisisi dengan nilai buku entitas anak yang telah dikuasi oleh entitas anak pihak pengendali dengan menggunakan metode penyatuan kepemilikan pada tahun 2012.

sumber: Laporan keuangan dan Annual Report tahun 2012 PT. Summarecon Agung Tbk yang diperoleh dari situs Bursa Efek Indonesia.  

0 komentar:

Posting Komentar