NAMA :
DEBBY NUR
NPM :
21210725
KELAS :
4EB09
1.
Mengapa
ada investor asing masuk kedalam perusahaan itu?
Perusahaan tidak mempunyai investor
asing.
2.
Prinsip
akuntansi yang digunakan oleh perusahaan tersebut atau perusahaan yang diteliti?
Kebijakan akuntansi dan pelaporan yang
dianut perusahaan dan entitas anak disusun berdasarkan prinsip akuntansi yang
berlaku umum di Indonesia. Kebijakan akuntansi yang signifikan diterapkan
secara konsisten dalam penyusunan laporan keuangan konsolidasian untuk tahun
akhir periode.
a.
Dasar
penyajian laporan keuangan konsolidasian
Laporan keuangan konsolidasi sesuai
dengan SAK dan PSAK. Kebijakan akuntansi dalam penyusunan laporan keuangan
konsolidasian adalah selaras dengan kebijakan akuntansi yang dibuat dalam penyusunan
laporan keuangan konsolidasian. Laporan keuangan konsolidasian disusun
berdasarkan basis akrual dengan menggunakan konsep biaya historis. Laporan arus
kas konsolidasian menyajikan arus kas yang diklasifikasikan dalam aktivitas
operasi, investasi, dan pendanaan. Arus kas dari aktivitas operasi disajikan
dengan metode langsung. Mata uang pelaporan dan mata uang fungsional yang
digunakan laporan keuangan konsolidasian adalah rupiah (Rp).
b.
Prinsip-prinsip
konsolidasi
Laporan keuangan konsolidasian perusahaan
meliputi persentase kepemilikan lebih dari 5%. Seluruh transaksi material dan
saldo akun antar perusahan telah dieliminasi. Entitas anak dikonsolidasi secara
penuh sejak tanggal akuisisi yaitu tanggal perusahaan memperoleh pengendalian
sampai dengan tanggal entitas induk kehilangan pengendalian.
c.
Kombinasi
bisnis
Perusahaan dan entias anak telah
menerapkan PSAK No. 22 (Revisi 2010) “Kombinasi Bisnis”. Kombinasi bisnis
dicatat dengan menggunakan metode akuisisi.
d.
Bagian
partisipasi dalam ventura bersama
Perusahaan memiliki bagian partisipasi
dalam ventura bersama dengan entitas pengendalian bersama yang telah sesuai
dengan PSAK No. 12 (Revisi 2009) tentang “Bagian Patisipasi dalam Ventura
Bersama”.
e.
Setara
kas
Deposito berjangka dalam jangka waktu 3
bulan atau kurang sejak tanggal deposito yang tidak dibatasi penggunaannya atau
tidak digunakan sebagai jaminan atas hutang dan diklasifikasikan sebagai setara
kas.
f.
Investasi
pada entitas asosiasi
Investasi pada entitas asosiasi diukur
dengan menggunakan metode ekuitas.
g.
Penyisihan
penurunan nilai
Penyisihan penurunan nilai ditentukan
berdasarkan instrumen keuangan.
h.
Transaksi
dengan pihak-pihak berelasi
Perusahan dan entitas melakukan
transaksi dengan pihak-pihak berelasi sesuai dengan PSAK No. 7 (Revisi 2010) tentang
“Pengungkapan Pihak-pihak Berelasi”.
i.
Persediaan
Persediaan dinyatakan sebesar nilai yang
lebih rendah antara biaya perolehan dan nilai realisasi. Biaya perolehan
ditentukan dengan menggunakan metode rata-rata tertimbang.
j.
Biaya
dibayar dimuka
Biaya dibayar dimuka diamortisasi
berdasarkan masa manfaat dengan menggunakan metode garis lurus.
k.
Tanah
yang belum dikembangkan
Tanah yang belum dikembangkan dinyatakan
sebesar nilai yang lebih rendah antara biaya perolehan atau nilai realisasi
neto.
l.
Asset
tetap
Efektif tanggal 1 januari 2012
perusahaan dan entitas anak menerapkan PSAK No. 16 (Revisi 2011) tentang “Aset
Tetap”.
m.
Property
investasi
Efektif tanggal 1 januari 2012
perusahaan dan entitas anak menerapkan PSAK No. 13 (Revisi 2011) tentang
“Properti Investasi”.
n.
Sewa
Efektif tanggal 1 januari 2012
perusahaan dan entitas anak menerapkan PSAK No. 30 (Revisi 2011) tentang
“Sewa”.
o.
Kapitalisasi
biaya pinjaman
Efektif tanggal 1 januari 2012
perusahaan dan entitas anak menerapkan PSAK No. 26 (Revisi 2011) tentang “Biaya
Pinjaman”.
p.
Penurunan
nilai asset non-keuangan
Pada setiap tanggal pelaporan perusahaan
dan entitas anak menilai apakah suatu asset mengalami penurunan nilai. Jika
terjadi penurunan nilai pada saat pengujian penurunan untuk nilai asset tidak berwujud
dengan umur manfaat tidak terbatas, atau asset tidak berwujud yang belum dapat
digunakan diperlukan, maka perusahaan dan entitas anak membuat estimasi jumlah
terpulihkan atas asset tersebut.
q.
Biaya
penerbitan saham
Biaya-biaya yang terjadi sehubungan
dengan penerbitan modal saham disajikan sebagai pengurang atas agio saham.
r.
Pengakuan
pendapatan dan beban
Pendapatan dari penjualan real estate
diakui berdasarkan PSAK No. 44 tentang “Akuntansi Aktivitas Pengembangan Real
Estate”.
s.
Imbalan
kerja
Efektif tanggal 1 januari 2012
perusahaan dan entitas anak menerapkan PSAK No. 24 (Revisi 2011) tentang
“Imbalan Kerja”.
t.
Transaksi
dan saldo dalam mata uang asing
Efektif tanggal 1 januari 2012
perusahaan dan entitas anak menerapkan PSAK No. 10 (Revisi 2011) tentang
“Pengaruh Perubahan Kurs Valuta Asing”.
u.
Provisi
Provisi diakui jika perusahaan dan
entitas anak memiliki liabilitas kini baik bersifat hukum maupun konstruktif
yang akibat peristiwa masa lalu besar kemungkinan penyelesaian kewajiban
tersebut mengakibatkan arus keluar sumber daya yang mengandung menfaat ekonomi
dan estimasi andal mengenai total liabilitas tersebut dapat dibuat.
v.
Pajak
penghasilan
Efektif tanggal 1 januari 2012
perusahaan dan entitas anak menerapkan PSAK No. 46 (Revisi 2011) tentang “Pajak
Penghasilan”.
w.
Instrument
keuangan
Efektif tanggal 1 januari 2012
perusahaan dan entitas anak menerapkan PSAK No. 50 (Revisi 2011) tentang
“Instrumen Keuangan: Penyajian”, PSAK No. 55 (Revisi 2011) tentang “Instrumen
Keuangan: Pengakuan dan pengukuran” dan PSAK No. 60 tentang “Instrumen
Keuangan: Pengungkapan”.
x.
Laba
per saham
Efektif tanggal 1 januari 2012
perusahaan dan entitas anak menerapkan PSAK No. 56 (Revisi 2011) tentang “Laba
per saham”.
y.
Pelaporan
keuangan
Segmen operasi perusahaan dan entitas
anak yang terlibat dalam aktivitas bisnis yang memperoleh pendapatan dan
menimbulkan beban, hasil operasinya dikaji ulang secara regular oleh pengambil
keputusan operasional perusahaan dan entitas anak untuk membuat keputusan
tentang sumber daya yang dialokasikan pada segmen tersebut dan menilai
kinerjanya, tersedia informasi keuangan yang dipisahkan.
z.
Transaksi
entitas sepengendali
Akuisisi atau pengalihan saham antara
entitas sepengendali dicatat sesuai dengan PSAK No. 38 (Revisi 2004) tentang
“Akuntansi Restrukturisasi Entitas Sepengendali”.
3.
Siapa
periksa kantor akuntan serta pendapatnya apa?
Laporan keuangan konsolidasi perusahaan
diaudit oleh kantor akuntan publik (KAP) Purwantono, Suherman dan Surja,
anggota dari Ernst dan Young meliputi jasa audit perusahaan dan anak
perusahaan.
Pendapatnya adalah:
Berdasarkan audit dan laporan auditor
independen lain, laporan keuangan konsolidasian menyajikan secara wajar dalam
semua hal yang material, posisi keuangan PT. Summarecon Agung Tbk dan Entitas
Anak pada tanggal 31 desember 2012 dan 2011 dan 1 januari 2011/31 desember
2010, serta hasil usaha dan arus kas untuk tahun yang berakhir pada
tanggal-tanggal 31 desember 2012 dan 2011 sesuai dengan Standar Akuntansi
Keuangan di Indonesia.
4.
Struktur
permodalan?
Berikut adalah struktur permodalan
perusahaan yang terdiri dari modal saham dan tambahan modal disetor yang
diperoleh perusahaan.
Dibawah ini modal saham dengan rincian
pemegang saham perusahaan tanggal 31 desember 2012 sebagai berikut:
Dan dibawah ini modal saham dengan
rincian pemegang saham perusahaan tanggal 31 desember 2011 sebagai berikut:
Pada tahun 2012 perusahan meningkatkan
modal saham dari Rp 1.000.000.000 (10.000.000.000 saham) menjadi Rp
2.500.000.00 (25.000.000.000 saham). Tujuan pengingkatan modal saham tersebut
adalah untuk modal kerja dalam rangka pengembangan usaha perusahaan.
Sedangkan tambahan modal disetor yang
diperoleh perusahaan adalah sebagai berikut:
Tambahan modal disetor pada tanggal 31
desember 2012 yang berasal dari:
Agio saham, kelebihan jumlah yang
diterima dan nilai saham yang tercatat dan waran konversi atas nilai nominal
saham yang dikeluarkan dikurangi semua biaya penerbitan saham dan waran.
Agio saham lainnya, kelebihan nilai
tercatat dari pembagian deviden dalam bentuk saham atas nilai nominal saham
yang dikeluarkan.
Selisih nilai transaksi entitas
sepengendali, selisih yang timbul antara nilai akuisisi dengan nilai buku
entitas anak yang telah dikuasi oleh entitas anak pihak pengendali dengan
menggunakan metode penyatuan kepemilikan pada tahun 2012.
sumber: Laporan keuangan dan Annual Report tahun 2012 PT. Summarecon Agung Tbk yang diperoleh dari situs Bursa Efek Indonesia.



0 komentar:
Posting Komentar