Kamu
Entah sejak kapan perasaan ini muncul..
Mungkin sejak hari itu.. sejak jarak itu semakin
dekat..
Kau tiba-tiba membawa tawa serta warna baru didalam
hidupku..
Sempat terpikir sesungguhnya perasaan apakah ini?
Setiap waktuku ku ingin melihat dirimu..
Saat ku sendiri, selalu terbayang akan wajahmu..
Dikeramaian terkadang terasa sepi bila mataku tak
dapat menangkap kehadiranmu..
Setiap saat aku ingin melihat tawa dan senyum itu..
Kamu memenuhi pikiranku dengan segala angganku ingin
bersamamu..
Namun, itu hanya sekedar angan..
Angan yang hanya ku bisa pendam seorang..
Kadang hati kecilku bertanya, tidak bisakah angan
ini menjadi nyata?
Bukan hanya sekedar angan dari khayalan gilaku
tentangmu..
Mungkinkah ada kisah untuk aku dan kamu?
Atau lagi-lagi itu hanya khayalanku saja..
Kamu, yang hanya bisa ku perhatikan diam-diam..
Kamu, yang membuat hari-hariku lebih berwarna..
Kamu, yang selalu kutunggu kedatanganmu dari balik
pintu itu..
Kamu, yang menyebalkan tapi ternyata menyenangkan..
Kamu, yang tiba-tiba membuat diri ini menjadi salah
tingkah ketika berdekatan denganmu..
Kamu, yang menjadi salah satu alasanku datang
ketempat itu..
Kamu, yang hadir dihatiku tanpa aku pinta..
Kamu, sejuta kebahagiaanku..
Namun, kamu sangat sulit untuk ku jangkau..
Sangat sulit bagiku untuk mengatakan..
Sangat sulit bagiku untuk mengakui..
Dan sangat sulit bagiku untuk mengerti.. mengapa aku
jatuh cinta padamu?
Ada rindu dihati ini saat kau menjauh..
Ada diam saat aku hanya bisa menatapmu dari
kejauhan..
Ada sedih saat bibir ini tidak bisa berkata aku
ingin kau selalu berada didekatku..
ada tangis saat mulut ini tak sanggup bicara..
Dan ada benci… kenapa harus kamu yang menempati
ruang dihati ini? Kenapa bukan orang lain?
Bahkan untuk menjawabnya aku pun tak mampu..
Bisakah kau mendengar isi hatiku?
Rahasia hati ini hanya bisa ku simpan seorang diri..
Tak ada keberanian dalam diriku untuk sekedar
menyapamu..
Segala cara ku coba untuk menarik perhatian darimu..
Walau kau hanya sekedar melirik ke arahku..
Bisakah kau mendengar hatiku yang kini tertulis
namamu..
Pintu hatiku disini menunggumu untuk kau ketuk..
Aku bercermin, apakah kamu perlu tahu?
Aku hanya bisa menggeleng.. mungkin tidak.. mungkin
iya..
Tapi ku harap kamu mengetahuinya suatu hari..
“semoga..”

0 komentar:
Posting Komentar