Jika saja aku bisa
Malam berbintang, sembunyi dalam lamunan
Layaknya bintang bersinar paling terang, kamu selalu memenuhi angan
Semesta, mengapa ada makhluk seindah itu di bumi? Aku jadi tak kuasa menahan hasrat ingin memiliki
Tapi, rasanya seperti mimpi karena.. aku tak percaya diri
Jadi... biarkan aku terlelap lebih lama lagi
Sayangnya mentari yang lebih senang menyambut pagiku ketimbang kamu
Bukan salah kamu.. kalau aku saja memilih menyembunyikan rasa
Sebab, sulit menyangkal bila rasa takut ini lebih besar adanya
Takut langit berubah mendung kala perasaanku membuatmu bingung
Tak apa jika hanya bisa melihatmu tanpa bisa menyentuhmu walau ingin sekali rasanya...
Meski melihatmu saja, jantungku sudah berdebar-debar luar biasa
Bagaimana jadinya bila kamu menatapku lebih lama?
Mungkin akan kuhentikan waktu, sebentar saja ya..
Tatapan itu ingin sekali kucuri bersama senyuman yang kubawa pergi
Itulah mengapa ia bukan suku kata, satu kata saja tak cukup menjabarinya
Meski begitu mendambanya, aku tau dia tetaplah senja dan aku langit yang tak akan beranjak
kemana-mana, tak memiliki batas untuk mencintainya, tetap setia menanti datangnya
Jika saja langit dan senjanya berani melukiskan cerita bersama,
mungkin bumi menjadi tampak tak biasa
Tapi, aku terlalu penakut dan berlindung di balik kata semesta
Jika saja semudah itu mengucap sapa, mungkin aku tak perlu menciptakan jarak diantara kita
Jika saja aku tak mempunyai perasaan apa-apa, mungkinkah realitanya akan sama?
Jika saja aku tak menaruh hati, mungkinkah tak sebegitu menyiksa seperti ini?
Jika saja bisa mengutarakan yang sebenarnya, apakah penolakan yang justru kuterima?
Jika saja aku bisa membencimu ratusan kali, apakah perasaan ini dengan mudah akan pergi?
Jika saja aku bukan pengecut, mungkinkah bahagiaku menjadi berlipat-lipat?
dan jika saja kamu tak selalu melihat ke arah yang sama, mungkinkah kamu membalas rasa?
Inilah aku yang hanya bisa berandai "jika saja..."

0 komentar:
Posting Komentar