Seseorang selalu ingin didengar dan punya tempat untuk bercerita. Sedang aku memilih berteman dengan sepi. Di satu ruang aku mampu menumpahkan segala lara yg tak mampu kuutarakan lewat kata. Tak apa, karna ini tentang dia yg membuatku jatuh cinta. Kadang kecewa, kadang juga bahagia. Meski dia sering kali menciptakan mendung dan airmata di langitku. Tapi, aku percaya bukankah akan ada pelangi setelahnya?

Sabtu, 10 Juli 2021

Jika saja aku bisa

Juli 10, 2021 Posted by Debby Nuramiruddin No comments

 Jika saja aku bisa



Malam berbintang, sembunyi dalam lamunan

Layaknya bintang bersinar paling terang, kamu selalu memenuhi angan

Semesta, mengapa ada makhluk seindah itu di bumi? Aku jadi tak kuasa menahan hasrat ingin memiliki

Tapi, rasanya seperti mimpi karena.. aku tak percaya diri

Jadi... biarkan aku terlelap lebih lama lagi

Sayangnya mentari yang lebih senang menyambut pagiku ketimbang kamu

Bukan salah kamu.. kalau aku saja memilih menyembunyikan rasa

Sebab, sulit menyangkal bila rasa takut ini lebih besar adanya

Takut langit berubah mendung kala perasaanku membuatmu bingung

Tak apa jika hanya bisa melihatmu tanpa bisa menyentuhmu walau ingin sekali rasanya...

Meski melihatmu saja, jantungku sudah berdebar-debar luar biasa

Bagaimana jadinya bila kamu menatapku lebih lama? 

Mungkin akan kuhentikan waktu, sebentar saja ya..

Tatapan itu ingin sekali kucuri bersama senyuman yang kubawa pergi

Itulah mengapa ia bukan suku kata, satu kata saja tak cukup menjabarinya

Meski begitu mendambanya, aku tau dia tetaplah senja dan aku langit yang tak akan beranjak 

kemana-mana, tak memiliki batas untuk mencintainya, tetap setia menanti datangnya

Jika saja langit dan senjanya berani melukiskan cerita bersama, 

mungkin bumi menjadi tampak tak biasa

Tapi, aku terlalu penakut dan berlindung di balik kata semesta

Jika saja semudah itu mengucap sapa, mungkin aku tak perlu menciptakan jarak diantara kita

Jika saja aku tak mempunyai perasaan apa-apa, mungkinkah realitanya akan sama?

Jika saja aku tak menaruh hati, mungkinkah tak sebegitu menyiksa seperti ini?

Jika saja bisa mengutarakan yang sebenarnya, apakah penolakan yang justru kuterima?

Jika saja aku bisa membencimu ratusan kali, apakah perasaan ini dengan mudah akan pergi?

Jika saja aku bukan pengecut, mungkinkah bahagiaku menjadi berlipat-lipat?

dan jika saja kamu tak selalu melihat ke arah yang sama, mungkinkah kamu membalas rasa?


Inilah aku yang hanya bisa berandai "jika saja..."



0 komentar:

Posting Komentar