Seseorang selalu ingin didengar dan punya tempat untuk bercerita. Sedang aku memilih berteman dengan sepi. Di satu ruang aku mampu menumpahkan segala lara yg tak mampu kuutarakan lewat kata. Tak apa, karna ini tentang dia yg membuatku jatuh cinta. Kadang kecewa, kadang juga bahagia. Meski dia sering kali menciptakan mendung dan airmata di langitku. Tapi, aku percaya bukankah akan ada pelangi setelahnya?

Jumat, 02 April 2021

Teruntuk Kamu

April 02, 2021 Posted by Debby Nuramiruddin No comments

Teruntuk Kamu



Kamu yang aneh atau memang aku suka?

Kamu cuek, dingin, tak banyak bicara, suka menyendiri tapi pintar. 

Hal-hal yang dulu aku tak suka, seketika menarik kalau kamu yang punya.

Aku memikirkanmu tanpa alasan.

Seperti pelangi yang datangnya ditunggu-tunggu, seperti itulah kamu. 

Memberi warna di hidupku. 

Kamu yang menawan, membuatku tertawa dan tersenyum. 

Kadang menyebalkan, tapi menjadi yang paling dirindukan.

Seperti kopi yang bikin candu, aku ingin tahu segala tentangmu.

Banyak cara kulakukan untuk mendapat perhatian darimu. 

Mulai menganggumu yang sedang sibuk tanpa ingat waktu, 

atau sekedar memperhatikanmu diam-diam, mengagumi dari kejauhan. 

Bahkan seringkali berani menyapamu malam-malam, 

walau jarang kamu membalas pesan. 

Tak apa. Semesta juga tau bahwa aku amat menginginkanmu.

Tapi, tiba-tiba bumi tak membiarkanku tidur lelap. 

Aku telah keliru. Bukan kisah seperti ini yang kumau. 

Bukan pelangi, kamu malah senja, yang kapan saja bisa datang dan pergi.

Sementara aku, langit yang selalu menerima senja apa adanya.

Meski cuma aku yang merasa demikian, 

tetap saja kamu menjadi pilihan terakhir untuk aku pulang.

Kadang aku merasa kamu merasakan hal yang sama 

atau aku sedang menjadi manusia paling pede sedunia? 

Entahlah. Mungkin hanya perasaan saja. 

Apa pernah sedikit saja aku terlintas dalam pikiranmu? 

Apa pernah sekali saja kamu menyadari kehadiranku? 

Apa hanya aku yang berharap kita lebih dari sekedar teman? 

Aku punya jawabannya, dari segala kemungkinan. Tidak pernah ada aku, kan?

Tak mengapa. Asal masih bisa melihatmu di bumi. 

Sayangnya saat ini, kamu hilang atau aku yang tak bisa menemukan?

Pesan dan email tak kunjung dibalas. 

Aku resah, putus asa dan tak tahu harus berbuat apa. 

Semesta, kemana harus kupergi? 

Apakah ia memang bersembunyi? 

Duniaku serasa asing. Apakah kamu sedang berpetualang?

Sekeras apapun aku berlari dan mencari, kamu memang udah engga disisi.

Aku cuma belum bisa membiasakan diri saja. 

Aku cuma rindu saat kita berbicara. 

Kini, aku seperti kehilangan arah. Walau aku tau kamu baik-baik saja disana.


0 komentar:

Posting Komentar