Sepasang Sepatu
Aneh
rasanya,
Mengingat
kembali kisah tentang kita.
Kau
yang dulu membuatku bertanya-tanya.
Kau
yang hadir memberi warna baru ketika kau pernah terluka dan takut mengenal
cinta.
Tapi,
kau seolah membawaku terbang jauh ke angkasa.
Tanpa
takut jatuh karena kita bersama.
Skenario
Tuhan memang tak ada yang bisa menduga.
Sampai
pada akhirnya, kau memintaku menjadi satu-satunya wanita,
Menemanimu
dalam suka dan suka,
Menghabiskan
waktu bersama tanpa terhitung lamanya.
Jawabanku
sederhana.
Seperti
sepasang sepatu, aku ingin berjalan beriringan denganmu.
Kala
panas, terik, bahkan hujan sekalipun.
Berpegang
tangan, tak berniat meninggalkan atau menjadi yang ditinggalkan.
Sebab
percaya, kan dan aku ditakdirkan menjadi sepasang.

0 komentar:
Posting Komentar