Jangan
Pergi
Ada
prasangka yang kian tak menentu.
Langitku
tiba-tiba saja kelabu. Suasana hati menjadi haru biru.
Hari
dimana kau telah mencapai batasmu.
Serasa
tak berperasaan, kau memilih menyudahi.
Mencoba
menghiraukan. Walau sekedar mimpi, sayangnya bukan.
Pikiran
semakin runyam. Kala rasa terbungkam begitu dalam, tak mampu tersampaikan.
Yang
tersisa hanyalah rindu yang belum usai, meskipun kisah telah selesai.
Sampai-sampai
aku lupa hari berlalu.
Dalam
benak, ingin kukembalikan sang waktu.
Kalau saja tepat hari itu,
Bisakah
kau beralih ketika aku hanya berdiam diri?
Jika
kukatakan sudi menanti, dapatkah hatimu menepi?
Bahkan
bila aku memohon, akankah kau tetap di sisi?
dan
bila kau malah menjauh, aku akan menyejajarkan kaki hingga kau peduli.
Tapi,
seolah memilih berlari aku pun turut berlari. Bukankah berlari sendirian itu
menyakitkan?
Lantas,
mengapa kau tak berhenti sejenak lalu mendekapku tanpa basa basi?
Jika
bersikeras, tolong cepatlah kembali.
Kurasa,
aku memang tak tau diri.

0 komentar:
Posting Komentar