Seseorang selalu ingin didengar dan punya tempat untuk bercerita. Sedang aku memilih berteman dengan sepi. Di satu ruang aku mampu menumpahkan segala lara yg tak mampu kuutarakan lewat kata. Tak apa, karna ini tentang dia yg membuatku jatuh cinta. Kadang kecewa, kadang juga bahagia. Meski dia sering kali menciptakan mendung dan airmata di langitku. Tapi, aku percaya bukankah akan ada pelangi setelahnya?

Rabu, 28 Agustus 2019

Puisi : “Mungkinkah kau merasakan hal serupa?”

Agustus 28, 2019 Posted by Debby Nuramiruddin No comments

Judul Puisi : “Mungkinkah kau merasakan hal serupa?”


Bagai amnesia
Lupa cara menyapa
Sekedar bertanya pun taka da
Tak heran, jika tak terdengar berita
Hingga berujung diam, tak lagi ada kata ataupun cerita
Bahkan tanpa saling bicara
Mungkin, sudah berbeda masanya saja
Entahlah, aku hanya rindu tentang kita
yang pernah tertawa, penuh canda
Kita yang kini tak lagi sama
Aku tak dapat lagi menahan rasa
Asa tuk berjumpa
“Mungkinkah kau merasakan hal serupa?”

0 komentar:

Posting Komentar