Seseorang selalu ingin didengar dan punya tempat untuk bercerita. Sedang aku memilih berteman dengan sepi. Di satu ruang aku mampu menumpahkan segala lara yg tak mampu kuutarakan lewat kata. Tak apa, karna ini tentang dia yg membuatku jatuh cinta. Kadang kecewa, kadang juga bahagia. Meski dia sering kali menciptakan mendung dan airmata di langitku. Tapi, aku percaya bukankah akan ada pelangi setelahnya?

Senin, 09 Mei 2016

Punggungmu ...

Mei 09, 2016 Posted by Debby Nuramiruddin No comments
Punggung itu


Kau tahu apa yang ku suka?
Kau tahu apa yang ku lakukan dalam diam?
Kau tahu ketika mulutku tak bisa bersua, ketika aku tak bisa mengatakan apa yang ingin ku katakan?
Ketika itu aku sedang memperhatikan punggungmu. Iya, aku menyukai setiap kali melihat punggungmu dari belakang. Seperti kebiasaan yang diam-diam sering ku lakukan. Ketika kau dan yang lainnya tengah sibuk dengan urusannya, aku sedang sibuk dengan urusanku sendiri, sibuk mencuri-curi pandang hanya untuk melihat punggungmu dari kejauhan.
Aku menikmati kala itu, ketika aku tak mampu menatap wajahmu, aku lebih memilih melihat punggungmu, membuatku tak berkutik dengan duniaku sendiri. Tak akan ada orang yang tahu, begitu pula dirimu.
Entahlah mengapa aku menyukai hal itu.
Disaat seseorang lebih memilih menatap mata, aku mungkin berbeda. Aku akan memilih menatap punggungmu lebih lama tanpa seorang pun yang tahu, mengkhayal tentang khayalan gilaku tentangmu.
Pernah akalku bertanya, apakah rasanya bila bersandar dipunggungmu? Apakah rasanya seperti permen nano-nano? Berjuta rasanya, hingga hanya ada rasa bahagia didalam hatiku?
Tuhan andaikan khayalanku bisa bersandar dipunggungnya bukan hanya sekedar khayalan dapatkah aku merasakannya? Apakah akan berdebar-debar sama seperti aku hanya melihat dia?
Kadang sesekali aku memejamkan mata, membayangkan bersandar tanpa beban dipunggungmu dan kau sedang sibuk dengan duniamu. Lagi-lagi itu hanya sekedar khayalan, hanya khayalan semata.

Tapi, bila terbesit harapan kecil dihati ini, mungkinkah khayalan bukan hanya sekedar khayalan?


0 komentar:

Posting Komentar